RADARTUBAN-Sebagian besar lirik lagu-lagu Koes Plus memiliki makna filosofis yang mendalam.
Tidak hanya masyarakat awam yang tersentuh dengan kehebatan lirik lagu-lagu Koes Plus.
Sejumlah artis dan seniman pun mengapresiasi karya Koes Plus. Salah satunya Ruth Sahanaya yang mengagumi lirik lagu Andaikan Kau Datang.
Apresiasi Ruth Sahanaya tersebut disampaikan Chica Koeswoyo dan Hellen Koeswoyo, keduanya putra Nomo Koeswoyo.
Nomo Koeswoyo adalah anggota grup Koes Bersaudara, sebeluh berganti nama menjadi Koes Plus.
“Sebelum menyanyikan ulang lagu Andaikan Kau Datang, Mbak Uthe (Ruth Sahanaya), telepon hingga dua jam, terkagum-kagum dengan lirik lagu ini. Karena arti tersiratnya sangat dalam,” ujar Chica Koeswoyo dikutip dari alabidin.sch.id.
Chica Koeswoyo menuturkan hal tersebut ketika berkunjung ke kantor Yayasan Al Abidin Magelang pada 9 Juli 2024.
Kedatangan Chica dan Helen tersebut terkait rencana pengembangan Yayasan Al Abidin di Magelang yang rencananya menempati properti milik keluarga Koeswoyo.
Dilansir dari laman yang sama, makna lagu Andaikan Kau Datang digambarkan alam dunia sebagai alam fana.
Segala keindahannya kapan pun bisa ditinggalkan.
Tuhan dengan segala kasihnya memberikan segala nikmat-Nya.
Karena itu, jika saatnya kembali kepada-Nya, manusia harus bisa memberikan jawaban dan pertanggungjawaban atas hal yang telah diperbuat di dunia.
Jika ketika hidup di dunia berperilaku menurut tuntunan Sang Pencipta, manusia akan bisa memberikan jawaban yang tepat.
Karena itu, seharusnya kita kembali ke pangkuan Ilahi dengan kondisi terbaik dan mendapat tempat terbaik juga.
Berikuti lirik lagu Andaikan Kau Datang:
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau kutinggalkan
Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanMu kepadaku
Engkau ‘kan menunggu
Andaikan Kau datang kembali
Jawaban apa yang ‘kan kuberi?
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi?
Bersinarlah, bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini kuakhiri. (*)