Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lagu Ojo Dumeh Koes Plus, Mengingatkan pada Ucapan Presiden Soeharto, Ini Liriknya

Dwi Setiyawan • Jumat, 13 September 2024 | 16:37 WIB
Lagu Ojo Dumeh Koes Plus pada zamannya
Lagu Ojo Dumeh Koes Plus pada zamannya

RADARTUBAN - Sebagian lagu Koes Plus khas dengan istilah yang unik, sederhana, dan ringan untuk didengarkan.


Di antara istilah Jawa berisi petuah luhur, dimasukkan Koes Plus pada lagu berjudul Aja Dumeh dan Aja Ngece.


Lagu Aja Dumeh diciptakan Yok Koeswoyo, salah satu personel Koes Plus yang dirilis pada 1975.


Sedangkan lagu Aja Ngece karya Yon Koeswoyo dirilis pada tahun yang sama. Dua lagu bergenre pop Jawa tersebut cukup populer.


Ketua Jiwa Nusantara Surabaya Okky T. Rahardjo mengatakan, lagu Aja Dumeh mengingatkan pada filosofi Jawa yang sering diucapkan presiden Soeharto.


Filosofi tersebut tersirat dari lirik kata aja kagetan dan aja dumeh pada lagu tersebut.


‘’Yok Koeswoyo mencoba menjelaskan arti aja dumeh dalam kehidupan sehari-hari melalui lagu yang ditulisnya itu,’’ tulisnya pada okkyrahardjo.blogspot.com.


Begitu juga pada lagu Aja ngece, kata dia, mengingatkan kita pada pentingnya persaudaraan dan menyayangi orang lain yang status ekonominya lebih rendah dari kita.
Berikut lirik lagu Ojo Dumeh dan artinya:

Piyik anak doro dipakani
(Piyik anak burung dara diberi makan)

Cilik diupokoro, diopeni
(Kecil dirawat, dipelihara)

Ireng karo kulit kosok bali
(Hitam dengan kulit terbalik)

Bareng gede-gede, lha kok lali?
(Setelah besar, lha kok lupa?)

Ora usah jarene
(Tidak usah percaya dengan kata orang)

Ngelingi biyene
(Percaya yang dahulu)

Nasibe wong jarene dewe-dewe
(Nasib orang katanya sendiri-sendiri)

Dete anak boyo, kok medeni?
(Katanya anak buaya kok menakutkan?)

Jare ngaku setyo, kok mblenjani?
(Katanya mengaku setia kok mengkhianati?)

Kolak kacang ijo disanteni
(Kolak kang ijo dikasih santan)

Bareng anak-bojo dadi lali
(Bersama anak istri jadi lupa)

Ojo dumeh saiki
(Jangan mentang-mentang sekarang)

Wis akeh duite
(Sudah banyak uang)

Banjur ora ngelingini dek biyen
(Terus tidak ingat zaman dulu)

Piyik anak doro dipakani
(Piyik anak burung dara diberi makan)

Cilik diupokoro, diopeni
(Kecil dirawat, dipelihara)

Ireng karo kulit kosok bali
(Hitam dengan kulit terbalik)

Bareng gede-gede, lha kok lali?
(Setelah besar, lha kok lupa?)(*)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Aja Dumeh #Aja Ngece #koes plus #Lirik