RADARTUBAN - Denny Caknan seakan tak henti menebar sensasi. Setiap lagu yang diciptakan atau dinyanyikan selalu trending.
Setelah terakhir merilis lagu Sigar, penyanyi sekaligus pencipta lagu kelahiran Ngawi itu kembali merilis lagu anyar yang berjudul Sekti.
Lagu "Sekti" diciptakan oleh Denny Caknan dan Putu Eka yang baru dirilis 21 September 2024. Hebatnya, baru dalam hitungan jam, lagu Sekti sudah langsung meledak.
Video resmi dari lagu Sekti diunggah di channel YouTube DC MUSIK. Hingga Senin (23/9) sekitar pukul 10.00, video tersebut sudah 1,58 juta kali ditonton.
Lagu Sekti juga menduduki peringkat #1 di trending untuk kategori musik.
Makna dari lagu "Sekti" menggambarkan keteguhan hati seseorang dalam menghadapi berbagai rintangan demi cinta.
Lirik lagu Sekti menyiratkan harapan dan keyakinan bahwa cinta sejati akan mampu mengatasi segala halangan, meskipun ada tantangan dari orang tua atau lingkungan sekitar.
Denny membuka lagu tersebut dengan ucapan "Kisah teman saya, berniat baik meminang kekasihnya, dibatasi oleh orang tua". (*)
Berikut Lirik Lagu Sekti karya Denny Caknan
Sayang, sawangen rembulan kae
(Sayang, lihatlah bulan itu)
Sumunar, nyawang aku ro kowe
(Bersinar, melihat aku bersamamu)
Sayang, yakino wes ora suwe
(Sayang, yakinlah sudah tak lama lagi)
Sesandingan, aku jejer ro kowe
(Bersandingan, aku bersamamu)
Senadyan wong tuo rung marengke
(Meskipun orang tua belum merestui)
Ombak gedhe tak sebrangi
(Ombak besar ku seberangi)
Banjir bandhang tak tataki
(Banjir bandang ku hadapi)
Penting aku kowe iso dadi siji
(Yang penting aku dan kamu bisa bersatu)
Gunung njebluk tak jak ngopi
(Gunung meletus aku ajak ngopi)
Segoro gheni tak nggo nglangi
(Lautan api ku selami)
Opo maneh mung ngelawan bapakmu kuwi
(Apalagi hanya melawan bapakmu)
Mesti tak ladeni...
(Pasti ku hadapi)
Sayang, sawangen rembulan kae
(Sayang, lihatlah bulan itu)
Sumunar, nyawang aku ro kowe
(Bersinar, melihat aku bersamamu)
Oh.. Sayang, yakino wes ora suwe
(Sayang, yakinlah sudah tak lama lagi)
Sesandingan, aku jejer ro kowe
(Bersandingan, aku bersamamu)
Senadyan wong tuo rung marengke
(Meskipun orang tua belum merestui)
Ombak gedhe tak sebrangi
(Ombak besar ku seberangi)
Banjir bandhang tak tataki
(Banjir bandang ku hadapi)
Penting aku kowe iso dadi siji
(Yang penting aku dan kamu bisa bersatu)
Gunung njebluk tak jak ngopi
(Gunung meletus aku ajak ngopi)
Segoro gheni tak nggo nglangi
(Lautan api ku selami)
Opo maneh mung ngelawan bapakmu kuwi
(Apalagi hanya melawan bapakmu)
Ombak gedhe tak sebrangi
(Ombak besar ku seberangi)
Banjir bandhang tak tataki
(Banjir bandang ku hadapi)
Penting aku kowe iso dadi siji
(Yang penting aku dan kamu bisa bersatu)
Gunung njebluk tak jak ngopi
(Gunung meletus aku ajak ngopi)
Segoro gheni tak nggo nglangi
(Lautan api ku selami)
Opo maneh mung ngelawan bapakmu kuwi
(Apalagi hanya melawan bapakmu)
Mesti tak ladeni...
(Pasti ku hadapi)
Editor : Tulus Widodo