RADARTUBAN - Bubar sejak Desember 2016 lalu, Banda Neira memutuskan untuk mengakhiri masa bubar dengan merilis album baru berjudul “Tumbuh dan Menjadi”. Album ini sekaligus menjadi penanda dimulainya fase baru perjalanan bermusik duo folk akustik tersebut.
Album “Tumbuh dan Menjadi” menandai babak baru perjalanan musikal Banda Neira.
Menggandeng vokalis baru bernama Sasha, album ini akan dirilis pada Jumat (1/11) mendatang.
Ananda Badudu, pendiri Banda Neira, menyebut ada rasa bersalah yang dia tanggung selama 8 tahun belakangan.
“Cukup delapan tahun saya menanggung perasaan bersalah tidak bisa mempertanggungjawabkan karya di hadapan pendengar. Kali ini saya ingin merayakan Banda Neira bersama pendengar. Selagi saya masih hidup. Selagi masih bisa,” kata Ananda Badudu.
Pada akhir 2023, Ananda akhirnya bulat memutuskan untuk kembali menghidupkan Banda Neira. Bersamaan dengan ide-ide baru yang ia kumpulkan, Ananda mengajak Sasha Iguana untuk bergabung. Keduanya sering tampil bersama dalam konser solo Ananda, dengan Sasha sebagai vokal latar.
“Saya ingin tahu secara musikal, saat menulis lagu bersama, apakah kami cocok?” tutur Ananda.
Ia menilai, setelah mengajak Sasha, progres penulisan lagu menjadi jauh lebih lancar. Sasha juga menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggantikan posisi Rara Sekar, vokalis terdahulu Banda Neira.
Ananda mengatakan bahwa dari segi tema dan musikalitas, album terbaru Banda Neira ada benang merahnya dengan album Berjalan Lebih Jauh (2013) dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016).
“Album pertama, kedua, dan ketiga itu seperti sebuah trilogi dan Tumbuh dan Menjadi adalah penutup trilogi itu. Ia menutup sekaligus membuka jalan menuju fase yang baru nanti,” ujar Ananda.
Dikerjakan sejak Mei hingga September 2024, album Tumbuh dan Menjadi diproduseri oleh Lie Indra Perkasa dan direkam di studio Gadgadasvara (Tangerang).
Dalam membangun aransemen, Banda Neira melibatkan banyak musisi, di antaranya pianis Gardika Gigih dan Mery Kasiman; penabuh drum Dialog Dini Hari, Deny Surya; solois Eky Rizkani yang dikenal dengan nama panggung Reruntuh; penata vokal Ranya Badudu; dan Ruang String Quartet asal Yogyakarta.
“Semua lagu yang saya tulis untuk Banda Neira itu berdasarkan pengalaman personal. Semua jatuh-bangun yang juga personal. Semoga bisa memberi arti tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk semua yang mendengarkan,” tutup Ananda.
Berikut daftar lagu dalam album ini:
1. Kan Terus Ku Tulis, Sampai Nafas Ini Habis
2. Mimpilah Seliar-liarnya
3. Ajariku Jadi Berani
4. Tak Apa Akui Lelah
5. Kan Semakin Menggema, Memerdekakan
6. Teman Kau Hendak Pergi ke Mana?
7. Seorang Pemula
8. Peganglah Tanganku, Coba Lagi Sekarang
9. Tumbuh dan Menjadi
Ananda berharap lagu-lagu Banda Neira bisa jadi latar musikal berbagai momen kehidupan para pendengarnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama