RADARTUBAN - Kasus penyiraman air keras di Cengkareng, Jakarta Barat baru-baru ini ramai diperbincangkan oleh warganet.
Warganet menyoroti kasus tersebut, terutama pada sosok bernama Agus Salim, yang merupakan korban penyiraman air keras dan sosok yang melaporkan Pratiwi Noviyanthi akibat donasi.
Seiring viralnya kasus tersebut, banyak warganet yang penasaran dengan sosok pelaku yang mencelakai Agus Salim.
Diketahui bahwa pelaku bernama Aji atau JJS. Aji merupakan seorang Karyawan di sebuah Cafe, meski masih dalam posisi training. Sedangkan Agus adalah atasan dari sang pelaku.
Aji merupakan seorang laki-laki berusia 18 tahun. Dirinya juga diketahui sempat terlibat aksi cekcok dan adu mulut dengan Agus sebelum kejadian penyiraman air keras tersebut terjadi.
Dalam melaksanakan pekerjaannya, Aji diketahui melakukan sebuah kesalahan, kemudian Agus menegur hingga memecat Aji yang posisinya masih sebagai Karyawan Training.
Motif Aji melakukan kejahatan tersebut karena sakit hati dengan Agus dibenarkan oleh Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya.
"Pelaku sakit hati terhadap korban, karena di tempat kerja pelaku kerap dimarahi korban akibat salah memasukkan data penjualan. Korban kesal dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyakiti hati pelaku,” ujar Arsya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/9).
Merasa sakit hati dengan perlakuan Agus Salim, kemudian Aji mempelajari gerak gerik Agus, hingga rute kepulangan Agus saat dari tempat kerja ke tempat tinggalnya.
Benar saja, pada Minggu (1/9) terjadi penyiraman air keras oleh Aji kepada Agus di depan sebuah ruko.
Akibat kejadian ini, Agus Salim mengalami sejumlah luka bakar di sekujur tubuhnya hingga mengalami kebutaan pada kedua matanya. Kasus ini sebelumnya mendapatkan banyak atensi dari warganet, meski akhirnya terdapat kisruh akibat uang donasi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama