RADAR TUBAN – Konflik keluarga yang melibatkan pesinetron muda, Ratu Sofya, baru-baru ini menarik perhatian publik. Ratu Sofya dikabarkan meninggalkan rumah dan memilih tinggal di dekat rumah pacarnya, Cornelio Sunny, yang berusia 19 tahun lebih tua darinya.
Keputusan untuk tinggal mandiri ini tidak disetujui oleh orangtua dan saudaranya.
Adik Ratu Sofya, Bulan Sofya, mengonfirmasi bahwa sang kakak pergi dari rumah karena hubungan mereka dengan Cornelio tidak mendapatkan restu. Meskipun orangtuanya telah berusaha membujuknya untuk kembali, hingga saat ini Ratu Sofya belum juga pulang, bahkan memblokir komunikasi dengan kedua saudaranya.
Beberapa minggu setelah kepergian Ratu Sofya, sang ibu, Intan Masthura, menyampaikan kerinduannya melalui cerita Instagram pada 6 November. Dalam unggahannya, Intan menulis:
"Hari-hari berlalu menyesakkan jiwa, suara hilir angin menusuk sukma, namun langkah ananda masih terasa seakan bergema di pembaringan jiwa... Gejolak rindu semakin kubuang semakin menusuk dada, air mata mengalir melumpuhkan jiwa wahai ananda, begitu sakit aroma rindu ibunda. Angin titipkan rinduku pada ananda tercinta, sampaikan salamku kepadanya, tolong katakan petuah cinta, jaga marwah jangan sampai tercela, cintaku tak akan pernah usai walau nyawaku taruhannya."
Ungkapan penuh perasaan ini semakin menyentuh karena dilengkapi dengan foto Ratu Sofya saat kecil yang memeluk ibunya, mengenakan topi beanie seperti pendaki gunung, dengan latar musik piano sedih yang mendalam.
Beberapa jam kemudian, Intan Masthura kembali menulis di Instagram, kali ini dengan musik instrumen yang sama. Dalam cerita kedua ini, selain melanjutkan ungkapan kerinduan, Intan juga memohon ampunan kepada Allah:
"Rindu yang menyiksa, semakin kubuang semakin sakit. Syair-syair doa kulafalkan untuk menutupi keresahan. Aku tenggelam dalam syair rindu yang usang, entah bagaimana harus mulai, ingin rasanya belati menghujam jiwa yang telah menghancurkan kebahagiaan. Namun aku tersadar, masalah tak akan selesai. Lebih baik ku kabarkan rindu pada semesta dengan getir yang kusimpan."
"Ya Tuhan, tolong akhiri kehilangan ini. Jangan terlalu lama, ya Tuhan. Sakit ini sangat dalam, saya tak tahan tersaksi kehilangan ini lagi. Maafkan dosa saya, jangan lumpurkan dosa saya dengan kehancuran hatiku. Jangan ya Tuhan, hukum saja saya, tapi jangan anak-anak saya. Walau siksaan neraka aku sangat takut, namun lebih baik aku saja, jangan anak-anak saya. Izinkan anak-anak saya berkumpul di surga-Mu, ya Allah. Aamiin."
Ungkapan penuh emosi dan doa tersebut semakin memperlihatkan betapa dalamnya rasa rindu yang dirasakan oleh Intan Masthura terhadap putrinya yang kini tengah jauh darinya.
Editor : Yudha Satria Aditama