RADARTUBAN - Link film horor Santet Segoro Pitu mulai banyak dicari netizen kaerna film horor ini resmi dirilis di bioskop Indonesia.
Film ini menghadirkan tema ilmu santet yang diambil dari kisah nyata yang pernah viral, sekaligus menjadi debut Tommy Dewo sebagai sutradara film panjang.
Sebelum ini, Tommy dikenal melalui karyanya di serial televisi Serigala Terakhir, yang merupakan adaptasi dari film arahan Upi Avianto pada tahun 2009.
Naskah film Santet Segoro Pitu ditulis secara kolaboratif oleh Betz Illustration dan Riheam Junianti. Betz Illustration sebelumnya dikenal melalui cerita dalam film horor Sumala, sementara Riheam Junianti pernah menulis naskah untuk film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
Film Santet Segoro Pitu menampilkan Christian Sugiono sebagai Sucipto dan Sara Wijayanto sebagai Marni, istrinya. Bersama kedua anak mereka, Ardi (diperankan oleh Ari Irham) dan Syifa (diperankan oleh Sandrinna Michelle), keluarga ini harus menghadapi serangkaian kejadian mengerikan yang dipicu oleh ilmu santet.
Kisah Santet Segoro Pitu dimulai dengan kehidupan damai keluarga Sucipto yang berubah drastis ketika Sucipto tiba-tiba muntah darah saat makan bersama.
Insiden ini dipicu oleh penemuan bungkusan misterius serta suara menyeramkan dari suku pedalaman. Tidak hanya Sucipto, Marni pun mengalami sakit luar biasa, dan hasil rontgen menunjukkan adanya benda misterius di dalam perutnya.
Menyadari bahwa keluarganya diserang oleh santet, Ardi dan Syifa berusaha untuk menghentikannya. Mereka menemukan bahwa jenis santet yang menyerang keluarga mereka adalah Santet Segoro Pitu, sebuah ilmu hitam kuno dari Jawa yang hanya bisa dihentikan melalui ritual khusus menggunakan air dari tujuh pantai.
Fakta Menarik Film Horor Santet Segoro Pitu
1. Terinspirasi dari Kisah Nyata
Film Santet Segoro Pitu diangkat dari kisah nyata yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Pada 12 Januari 2024, Betz Illustration membagikan sebuah thread yang menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengalami teror mistis akibat serangan santet. Kisah ini menarik perhatian luas dan menjadi dasar cerita film ini.
2. Memakai Dialog Bahasa Jawa
Film ini banyak menggunakan dialog dalam bahasa Jawa, yang menambah nuansa autentik dan memperkuat latar budaya cerita.
Meskipun tidak semua percakapan menggunakan bahasa ini, beberapa adegan kunci menunjukkan karakter berbicara dalam bahasa Jawa sehari-hari. Christian Sugiono dan Ari Irham berbagi pengalaman seru saat harus beradegan menggunakan bahasa tersebut.
Terutamanya karena tidak terbiasa dengan aksen dan kosa kata Jawa, sehingga proses syuting menjadi pengalaman yang unik dan mendalam bagi mereka.
3. Ada Kejadian Mistis di Lokasi Syuting
Proses syuting film Santet Segoro Pitu dilakukan di Jawa Tengah, khususnya di Yogyakarta dan Magelang, dengan beberapa lokasi yang sama dengan kisah asli yang menginspirasi film ini. Selama syuting, tim produksi mengalami beberapa kejadian mistis yang menambah atmosfer horor di lokasi.
Film ini juga menggunakan properti mistis, seperti tengkorak monyet asli, untuk menonjolkan kesan seram.
Sutradara Tommy Dewo menegaskan bahwa tengkorak tersebut bukan tengkorak bayi, tetapi digunakan secara hati-hati untuk memperkuat elemen mistis dalam cerita.
Link Santet Segoro Pitu saatr ini belum tersedia karena masih tayang di bioskop. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama