RADARTUBAN - Penyanyi asal Minang, Misramolai, mendapat kritik tajam setelah melakukan syuting video klip di makam Nia Kurnia Sari, 18, seorang gadis penjual gorengan yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan pada September 2024.
Aksi Misramolai yang menyetel musik keras dan bernyanyi di atas pusara Nia di Desa Guguak, Kecamatan Kayu Tanam, Padang Pariaman, memicu kemarahan warganet. Video yang diunggah akun TikTok @aldilaso29 pada Selasa (19/11) memperlihatkan Misramolai bernyanyi sembari menyentuh batu nisan dan menaburkan daun pandan di makam Nia.
Ayah Nia, Asril, dengan tegas mengecam tindakan ini. Dalam sebuah video di akun TikTok @ratu.givana5, Asril mengungkapkan kekecewaannya.
"Siapapun Anda, jangan menyanyi di atas kuburan anak saya. Saya kehilangan anak saya, hati saya terluka," ujarnya dengan tangis tertahan.
Asril juga mempertanyakan izin yang didapat Misramolai untuk syuting di makam putrinya. Dia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan. "Hati saya masih berduka. Tolong jangan eksploitasi makam anak saya," lanjutnya.
Berbeda dengan Asril, ibu Nia, Eli Marlina, justru mendukung syuting tersebut. Ia bahkan menyediakan rumahnya sebagai tempat persiapan bagi Misramolai dan tim sebelum syuting. Dalam sebuah video, Eli terlihat menyambut hangat penyanyi yang sudah berkarya sejak 1989 itu.
Misramolai menyebut bahwa lagu berjudul Jojoan Goreang Basabuang Nyawo tersebut bertujuan mengenang almarhumah Nia dan peristiwa tragis yang menimpanya. Produser lagu, Elira, menegaskan bahwa syuting dilakukan atas izin keluarga dan bertujuan mengingatkan masyarakat akan kasus ini.
"Kami berharap lagu ini dapat menginspirasi dan membantu pembangunan desa," kata Elira.
Aksi Misramolai memicu berbagai reaksi warganet. Banyak yang mengecam tindakan tersebut sebagai tidak etis.
"Nyanyi itu di panggung, bukan di makam," tulis seorang warganet.
"Seharusnya mendoakan almarhumah, bukan eksploitasi seperti ini," komentar lainnya.
Namun, ada juga yang mendukung niat Misramolai dan timnya. "Jika benar tujuannya mengenang, semoga niatnya membawa kebaikan," ujar seorang pengguna media sosial.
Sejak kasusnya viral, makam Nia sering dikunjungi peziarah. Bahkan, kawasan tersebut kini menyerupai tempat wisata dengan banyak pedagang berjualan di sekitar lokasi. Banyaknya pelayat yang datang setiap hari membuat bunga tabur menggunung di makam Nia.
Aksi Misramolai yang juga syuting di lokasi lain, seperti rumah Nia dan tempat kejadian perkara (TKP), semakin menambah sorotan. Kini, nama Misramolai menjadi perbincangan hangat di media sosial dan media lokal. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama