Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Manajer Hotel dan Staf Dituduh Terkait Kematian Liam Payne di Argentina

Bihan Mokodompit • Jumat, 13 Desember 2024 | 00:02 WIB

 

Potret mendiang Liam Payne
Potret mendiang Liam Payne

RADARTUBAN - Seorang karyawan Hotel CasaSur Palermo, Buenos Aires, yang menelepon layanan darurat sesaat sebelum Liam Payne jatuh hingga meninggal dunia, kini menghadapi dakwaan hukum.

Berdasarkan dokumen yang diterima oleh Page Six pada Selasa, 10 Desember 2024, manajer resepsionis hotel tersebut, Esteban Reynaldo Grassi, diduga terlibat dalam kematian mantan anggota One Direction itu setelah hakim menangani kasus ini.

Pada Senin (9/12) dokumen pengadilan juga mencantumkan nama Gilda Agustina Martín, manajer operasional Hotel CasaSur Palermo. Hakim telah memerintahkan kedua individu tersebut untuk diberi pemberitahuan terkait tuduhan yang diajukan, meskipun rincian spesifik dari dakwaan tersebut belum diungkapkan.

“Karena adanya dugaan yang cukup kuat bahwa mereka mungkin terlibat dalam tindakan yang sedang diselidiki, kami meminta orang-orang berikut untuk memberikan pernyataan,” demikian isi dokumen yang diperoleh Rolling Stone.

Martín dan Grassi dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan pada Kamis, (19/12). Selain mereka, Braian Nahuel Paiz dan Uriel Alejandro Astengo, dua individu yang diduga memberikan narkoba kepada Payne.

Mereka turut harus hadir di pengadilan pada Selasa (17/12). Sementara itu, teman Payne, Rogelio Roger Nores, juga dipanggil untuk bersaksi pada Rabu (18/12) atas tuduhan meninggalkan seseorang yang berujung pada kematian.

Sebelumnya, Liam Payne, yang meninggal dunia pada (16/10) pada usia 31 tahun. Dia  ditemukan tewas setelah jatuh dari balkon kamar hotelnya di lantai tiga.

Sebuah panggilan darurat yang dilakukan oleh Grassi kepada layanan 911 dirilis ke publik tak lama setelah insiden tersebut. Dalam rekaman tersebut, Grassi terdengar melaporkan bahwa Payne tampak mabuk dan merusak kamarnya.

“Dia berada di kamar yang memiliki balkon, dan kami takut dia mungkin membahayakan hidupnya,” ujar Grassi kepada operator darurat.

Grassi kemudian meminta layanan medis SAME (Sistem Darurat Medis Argentina). Namun, operator memberi tahu bahwa polisi sudah dalam perjalanan. Beberapa saat kemudian, tubuh Payne ditemukan di halaman hotel.

Menurut laporan investigasi, Payne diduga mencoba melarikan diri dari balkon kamarnya setelah terkunci oleh staf hotel. Rekaman CCTV menunjukkan Payne digotong dari lobi oleh tiga karyawan pria sebelum dibawa kembali ke kamarnya.

Di dekat tubuhnya, ditemukan tas selempang dan topi New York Yankees, mendukung teori bahwa dia berusaha keluar dari kamar.

Selain itu, ditemukan tas berisi perlengkapan narkoba di balkon kamar di bawah kamar Payne, menunjukkan bahwa dia membawa barang tersebut saat jatuh. Laporan otopsi menyebut Payne mengalami patah tulang tengkorak serta pendarahan internal dan eksternal akibat jatuh dari ketinggian.

Hasil toksikologi mengungkap Payne mengonsumsi berbagai zat seperti kokain, crack, depresan, dan kokain merah muda sebelum kematiannya.

Laporan sebelumnya dari E! News pada Rabu, 27 November 2024, menyebut bahwa Payne menghabiskan pagi sebelum insiden untuk minum-minum dan mencari narkoba. Dia juga disebut mengirim pesan kepada seorang teman, meminta enam gram narkoba pada pukul 9 pagi.

Dokumen investigasi juga menyebut Payne bertemu dua pekerja seks di hotel sekitar pukul 11.30 siang. Dalam kesaksiannya, pekerja seks tersebut mengungkap Payne marah karena mereka menagih pembayaran.

Pada pukul 2 siang, dia kembali mengirim pesan kepada staf hotel untuk meminta tambahan tujuh gram narkoba.

Staf hotel melaporkan bahwa Payne terlihat mabuk berat dengan pupil mata membesar sekitar pukul 4 sore, tak lama sebelum dia mulai mengamuk di kamarnya.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Buenos Aires, seorang hakim akan menentukan setelah sesi interogasi apakah para terdakwa akan menghadapi persidangan, dikeluarkan dari kasus, atau jika tidak ada cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum.

Hingga kini, kasus ini masih memancing perhatian publik, terutama para penggemar Payne di seluruh dunia yang menginginkan keadilan atas kematiannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#argentina #liam payne meninggal dunia #buenos aires #liam payne #Hotel CasaSur Palermo