RADARTUBAN – Kabar bahagia datang dari Nikita Willy dan Indra Priawan, pasangan tersebut kembali dikaruniai anak kedua yang lahir dengan selamat pada 15 Desember 2024.
Kabar bahagia tersebut mereka bagikan melalui ungghan di Instagram @nikitawillyofficial94, dia membagikan momen bahagia kelahiran anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Nael Idrissa Djokosoetono.
"15 Desember 2024. Nael Idrissa Djokosoetono telah bergabung dengan kami di dunia, dipeluk dalam kehangatan rumah dan dikelilingi oleh orang-orang yang paling mencintai kami," tulis Nikita Willy dalam bahasa Inggris.
Sama seperti kehamilan pertama, Nikita Willy kembali melahirkan anak keduanya di Amerika Serikat. Namun, kali ini dia memilih melahirkan di rumah dengan metode persalinan water birth.
Lantas apa itu metode persalinan water birth?
Dalam unggahan Instagramnya, Nikita Willy menyebutkan bahwa proses persalinannya dibantu oleh bidan Abby Vidikan, LM, CPM. Melalui situs resminya, abbyvidikan.com, Abby Vidikan diketahui sebagai bidan berlisensi yang telah mengantongi lisensi dari Medical Board of California sejak tahun 2017.
Nikita Willy juga didampingi oleh birth whisperer, Johanna Lemus Storey, CPM. Dia dikenal sebagai bidan berpengalaman yang telah belasan tahun mendampingi proses persalinan banyak ibu. Dengan pendampingan para ahli, proses persalinan Nikita Willy dapat dipastikan aman.
Beralih ke metode persalinan yang dipilih Nikita Willy, water birth adalah metode persalinan normal di mana sang ibu menjalani proses melahirkan dengan berendam dalam air hangat.
Melansir laman resmi Rumah Sakit Sardjito, sardjito.co.id, metode ini sudah banyak dipraktikkan di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, dan Kanada.
Menurut jurnal Guideline for a Safe Water Birth, metode water birth memiliki beberapa kelebihan, di antaranya membantu mengurangi rasa sakit yang dirasakan ibu dan mempermudah proses persalinan.
Namun, metode ini juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti bayi yang rentan tenggelam, sindrom aspirasi mekonium, dan risiko infeksi.
Oleh karena itu, pendampingan tenaga ahli selama proses persalinan water birth sangat penting untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni