RADARTUBAN - Aktor kondang Iko Uwais membuat gebrakan baru di dunia perfilman. Setelah belasan tahun berkarir sebagai pemeran di layar lebar, dia resmi meluncurkan rumah produksi sendiri pada (21/1).
Rumah produksi yang dia bangun bersama tim itu bernama Uwais Pictures.Saat konferensi pers yang dilaksanakan di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Iko Uwais membagikan alasan berdirinya Uwais Pictures.
Membuat rumah produksi ternyata ada mimpinya bersama tim sejak dulu. Dalam mewujudkan mimpi itu, dia tidak ingin terlalu menggebu-gebu terburu-buru sehingga hasilnya tidak maksimal. Dia percaya Tuhan akan mengabulkan di waktu yang tepat.
"Mimpi yang terwujud itu ternyata Allah kasih kepercayaan buat saya, buat tim waktunya yang tepat. Yang dicari jadi bukan menggebu-gebu, terburu-buru untuk membuat sesuatu rumah produksi ataupun kapannya," ujarnya
"Manusia mempunyai rencana tapi Tuhan Allah yang mempunyai jawaban yang tepat. Mungkin sekarang yang bisa dikasih kepercayaan sama Tuhan, sama Allah dan sekaranglah saatnya," Imbuh Iko Uwais.
Uwais Pictures bertekad untuk memberikan karya terbaik yang bisa dinikmati para penggemar perfilman Indonesia. Dia ingin menunjukkan film yang dibuat dengan sungguh-sungguh sehingga melahirkan kualitas yang tidak asal-asalan.
"Nanti insyaallah bisa diterima sama teman-teman dan bukan hanya agresivitas yang kita tunjukkan tapi kualitas yang kita sajikan di dunia film-film dan produksi dari Uwais Pictures," tuturnya.
Pembuatan Rumah Produksi ini juga membawa visi misi yang ingin dicapai yaitu menambah pengetahuan bagi para pecinta film action tentang proses pembuatan film yang tidak mudah.
Aktor ini menegaskan bahwa film pendek atau film layar lebar keduanya membutuhkan usaha keras yang membutuhkan persiapan luar biasa.
"Visi misi saya sebetulnya mau mengedukasi teman-teman dan para remaja kaula muda yang menikmati film tapi packaging action tapi mengedukasi. Bagaimana caranya mereka mencintai film kecil, film besar, film mahal, murah menurut saya membuat film itu capeknya sama," jelasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni