Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Walid Trending Gegara Drama Bidaah, Psikolog Bongkar Kenapa Ada Korban Manipulasi Berkedok Agama

Mohammad Mukarom • Selasa, 8 April 2025 | 17:02 WIB
Salah satu adegan dalam drama Malaysia Bidaah
Salah satu adegan dalam drama Malaysia Bidaah

RADARTUBAN - Nama Walid mendadak ramai dibicarakan di TikTok dan masuk daftar trending. Sosok ini jadi sorotan setelah digambarkan sebagai tokoh agama yang terseret dalam tindakan menyimpang.

Namun, Walid Muhammad sejatinya bukan tokoh nyata, melainkan karakter fiktif dalam drama Malaysia berjudul Bidaah atau Broken Heaven.

Serial ini mengangkat cerita tentang sebuah sekte keagamaan fiktif bernama Jihad Ummah.

Salah satu konflik yang paling ramai diperbincangkan adalah praktik nikah batin yang dijalankan Walid.

Dalam ceritanya, Walid mencari wanita muda untuk dijadikan istri dengan dalih masuk surga.

Fenomena tersebut menuai perhatian luas, termasuk dari kalangan psikolog. Menurut psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, praktik semacam ini bisa terjadi karena pelaku menggunakan ajaran agama sebagai alat pendekatan.

"Biasanya korban menganggap pernikahan itu bagian dari ibadah, padahal proses hubungan yang sehat butuh kriteria dan tahapan yang jelas," ungkapnya, Senin (7/4).

Mengutip Detik.com, Anastasia menegaskan bahwa hubungan semestinya tidak hanya mengikuti doktrin satu pihak saja.

Anastasia menyebutkan, mereka yang terjebak dalam praktik ini cenderung lebih banyak mengalami kerugian.

Salah satunya adalah hilangnya kebebasan hidup akibat kuatnya pengaruh doktrin.

"Korban bisa mengalami cuci otak dan manipulasi untuk memenuhi kepentingan atau hasrat pelaku semata," jelasnya.

Kondisi ini, lanjutnya, semakin rawan terjadi apabila korbannya masih berusia anak-anak atau remaja.

Minimnya edukasi dan literasi menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang rentan menjadi korban.

Selain itu, lemahnya kemampuan berpikir kritis juga memudahkan manipulasi nilai-nilai agama.

"Pelaku seringkali menyelipkan ajaran agama dalam manipulasi tersebut," lanjut Anastasia.

Dirinya menambahkan, penggunaan atribut-atribut agama tertentu makin memperbesar potensi korban terjebak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#broken heaven #nikah batin #WALID #psikolog #Bidaah #tiktok #Malaysia