RADARTUBAN - Siapa sebenarnya Robert Davis Chaniago? Sosok yang belakangan sering disebut di media sosial.
Khususnya di konten Youtube Koiyo Cabe dan Medy Renaldy. Beberapa warganet menganggap bahwa Robert Davis Chaniago adalah sosok yang tidak jelas keberadaannya karena kurang dikenal.
Penting diketahui, Robert Davis Chaniago adalah karakter fiktif dalam film Warkop DKI berjudul "Pokoknya Beres" yang dirilis pada tahun 1983.
Dalam film tersebut, Dono, yang diperankan oleh Wahyu Sardono, adalah seorang yang pandai memasak dan sedang mencari pekerjaan sebagai koki.
Karena kesalahpahaman, pemilik restoran mengira Dono sebagai Robert Davis Chaniago, seorang ahli masakan Padang lulusan Prancis.
Sepanjang film, sosok asli Robert Davis Chaniago tidak pernah muncul, menjadikannya misteri dalam alur cerita.
Nama Robert Davis Chaniago diduga merupakan kombinasi dari nama-nama terkenal seperti Robert P. Davis, seorang penulis skenario Amerika, dan marga Minangkabau "Chaniago", mencerminkan latar belakang Minang dari karakter tersebut.
Meskipun karakter ini fiktif, popularitasnya tetap dikenang oleh penggemar film Warkop DKI.
Beberapa akun media sosial bahkan mengadopsi nama tersebut, seperti akun Instagram yang menampilkan diri sebagai chef dengan spesialisasi masakan Minang-Prancis.
Seperti diketahui, Wahyu Sardono, yang lebih dikenal sebagai Dono Warkop, adalah seorang aktor, komedian, dan dosen asal Indonesia.
Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 30 September 1951, Dono menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia (UI).
Semasa kuliah, dia aktif sebagai asisten dosen sosiologi dan juga terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan sosial.
Karier Dono di dunia hiburan dimulai saat bergabung dengan grup lawak Warkop DKI bersama Kasino dan Indro pada akhir 1970-an.
Bersama Warkop DKI, Dono membintangi 34 film komedi dari tahun 1980 hingga 1995, yang menjadikannya salah satu ikon komedi Indonesia.
Selain berakting, Dono juga menulis novel dan artikel sosial di berbagai media massa.
Dono menikah dengan Titi Kusumawadhani dan dikaruniai tiga orang anak: Andika Ario Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas.
Anak keduanya, Damar Canggih Wicaksono, kini dikenal sebagai ahli nuklir yang berkarier di luar negeri.
Dono Warkop meninggal dunia pada 30 Desember 2001 akibat kanker paru-paru.
Setelah kepergiannya, rekannya, Indro Warkop, memutuskan untuk membantu menafkahi anak-anak Dono dan Kasino, memastikan mereka mendapatkan hak yang sama seperti anak-anaknya sendiri.
Hingga kini, Dono Warkop tetap dikenang sebagai salah satu pelawak legendaris Indonesia yang kontribusinya dalam dunia hiburan terus diapresiasi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama