RADARTUBAN - Penyanyi pop ternama asal Amerika Serikat, Katy Perry, mencatatkan pengalaman tak terlupakan.
Dia ikut serta dalam perjalanan wisata luar angkasa menggunakan pesawat milik Blue Origin pada Senin (14/4).
Dalam misi bernama New Shepard NS-31, pesawat tersebut membawa Perry bersama sejumlah tokoh lainnya ke tepi ruang angkasa.
“Saya merasa sangat terhubung dengan cinta,” ujar Perry setibanya di Bumi, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (15/4).
Berdasarkan informasi dari USA Today, siapa pun yang ingin merasakan sensasi melancong ke luar angkasa bersama Blue Origin harus menyiapkan dana yang besar.
Tidak hanya harus dikenal publik agar bisa mendapat undangan khusus, calon pelancong juga wajib memesan tempat terlebih dahulu melalui situs resmi perusahaan.
Dalam proses pemesanan, pengguna diwajibkan mengisi formulir data diri serta menyusun esai sebanyak 500 kata yang menjelaskan tentang siapa mereka.
Meski tidak secara gamblang mencantumkan harga dalam situsnya, Blue Origin mensyaratkan pembayaran deposit senilai 150.000 dolar AS atau sekitar Rp2,5 miliar bagi mereka yang ingin mengamankan kursi di pesawat.
Pada tahun 2021, salah satu kursi dalam penerbangan New Shepard pernah terjual dengan harga fantastis mencapai 28 juta dolar AS atau setara Rp470 miliar.
Bahkan, sejak 2018, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos itu telah memperkirakan bahwa biaya minimum untuk perjalanan luar angkasa mencapai 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,3 miliar.
Pesawat New Shepard lepas landas dari kawasan West Texas pada pukul 09.31 waktu setempat.
Dalam waktu sekitar 11 menit, pesawat membawa seluruh penumpangnya menuju batas atmosfer luar angkasa, memberi kesempatan bagi mereka untuk merasakan sensasi melayang dalam gravitasi mikro, sebelum akhirnya kembali ke Bumi.
Dalam penerbangan ini, Katy Perry tidak sendirian. Dia ditemani oleh Lauren Sanchez, tunangan Jeff Bezos, pembawa acara ternama Gayle King, mantan ilmuwan NASA Aisha Bowe, aktivis sekaligus ilmuwan Amanda Nguyen, serta produser film Kerianne Flynn.
Seluruh peserta berhasil menyelesaikan perjalanan dengan selamat dan mengaku mengalami pengalaman spiritual yang mendalam.
Kehadiran figur publik dalam misi Blue Origin ini tidak hanya menjadi momen penting bagi eksplorasi antariksa.
Namun juga mencerminkan bagaimana perjalanan luar angkasa semakin terbuka untuk kalangan non-astronaut, asalkan memiliki akses dan dana yang mencukupi.
Dengan semakin populernya wisata luar angkasa, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari nanti, aktivitas ini akan menjadi tren baru bagi para selebritas dan orang kaya dunia untuk merasakan pengalaman di luar atmosfer Bumi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni