RADARTUBAN - Film animasi asal Indonesia berjudul JUMBO baru saja mencetak tonggak sejarah menjadi film animasi terlaris di Asia Tenggara.
Hingga tanggal (15/4), film yang diproduksi oleh Visinema Studios ini telah mengumpulkan lebih dari USD 8 juta atau sekitar Rp 134,4 miliar.
Angka ini menjadikan film animasi dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Asia Tenggara, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh MECHAMATO MOVIE dari Malaysia.
JUMBO mencatat prestasi luar biasa dengan menyumbangkan lebih dari Rp 134 miliar hanya dalam kurun waktu dua pekan persembahannya.
Keberhasilan yang mengesankan ini juga menjadikan JUMBO fenomena baru dalam dunia perfilman nasional, dengan lebih dari 3,5 juta penonton dalam 15 hari setelah peluncurannya pada (31/3).
Nyatanya , hampir 1 juta tiket terjual dalam akhir pekan pada (12-13/4), menunjukkan minat yang luar biasa dari masyarakat.
Keberhasilan JUMBO mencerminkan daya tarik film tersebut yang tidak hanya menarik perhatian penonton di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru Asia Tenggara.
Selain meraih pendapatan yang menakjubkan, film ini juga berkembang menjadi fenomena dalam industri perfilman Tanah Air.
Keberhasilan JUMBO menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya di panggung internasional.
Film ini bercerita tentang petualangan Don, seorang anak yatim piatu yang memiliki tubuh besar dan sering dijauhi, bersama Meri, seekor hantu kecil yang ingin kembali bertemu keluarganya.
JUMBO berhasil menangkap perhatian penonton dengan cerita yang mendalam serta karakter-karakter yang mudah dihubungkan..
Tak henti-hentinya di situ, film ini juga menghadirkan pengisi suara terkenal seperti Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, serta Muhammad Adhiyat, yang semakin meningkatkan daya tariknya.
Proses pembuatan JUMBO dimulai padatahun 2020, melibatkan lebih dari 420 seniman, animator, dan pendongeng asal Indonesia, serta memakan waktu hampir lima tahun untuk menyelesaikannya.
Dengan kualitas animasi dan narasi yang mengesankan , film ini berhasil menyentuh hati penonton dari beragam kalangan usia.
Sejak dirilis, JUMBO telah ditonton lebih dari 3,5 juta orang hanya dalam waktu 15 hari.
Selama akhir pekan 13 April 2025, hampir 1 juta tiket terjual, menandakan bahwa minat terhadap film ini tumbuh pesat, tidak hanya oleh penonton dewasa tetapi juga oleh keluarga dengan anak-anak.
Selain mencapai pendapatan yang luar biasa, JUMBO juga menempati posisi sebagai film animasi lokal kedua dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia, setelah Frozen 2 yang mencapai 4,6 juta penonton.
JUMBO berhasil menggeser posisi Moana 2 yang sebelumnya tercatat 3,1 juta penonton.
Karya sutradara Ryan Adriandhy ini masih memberikan pengaruh yang kuat.
Film animasi lokal ini sudah dijadwalkan tayang di 17 negara, sementara karakter Jumbo dalam bentuk balon raksasa setinggi kurang lebih 10 meter ditambah menghiasi Candi Prambanan selama libur Lebaran yang baru berlalu, menciptakan beragam aktivitas menarik bagi anak-anak, melalui lini bisnis InJourney Group.
Keberhasilan JUMBO di pasar domestik Indonesia kini bersiap untuk langkah ekspansi global.
Film ini sedang dipersiapkan untuk ditayangkan di kawasan Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, serta China, membuka peluang baru di pasar internasional.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni