Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gagalnya Serangan Bom di Konser Lady Gaga Jadi Peringatan Keamanan di Brasil

Bihan Mokodompit • Senin, 5 Mei 2025 | 20:12 WIB
Penampilan Lady Gaga di Brasil.
Penampilan Lady Gaga di Brasil.

RADARTUBAN - Upaya serangan bom yang ditargetkan ke konser Lady Gaga di Copacabana, Rio de Janeiro, berhasil digagalkan oleh kepolisian sipil Brasil bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman.

Gagalnya serangan bom di konser Lady Gaga ini menjadi perhatian besar masyarakat, mengingat acara tersebut dihadiri lebih dari satu juta orang.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, Kepolisian Rio de Janeiro mengungkap bahwa mereka telah menangkap dua tersangka, yakni satu orang dewasa dan satu remaja dalam operasi yang diberi nama sandi “Fake Monster”.

Nama tersebut merujuk pada sebutan “Little Monsters” yang digunakan Lady Gaga untuk para penggemarnya.

Menurut laporan BBC, tersangka dewasa ditangkap di Negara Bagian Rio Grande do Sul atas kepemilikan senjata api ilegal.

Sementara itu, remaja yang terlibat ditahan di Rio de Janeiro karena menyimpan konten pornografi anak.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa mereka telah merekrut orang secara daring untuk melakukan serangan menggunakan bom molotov dan bahan peledak rakitan demi ketenaran di media sosial.

Berdasarkan laporan CNA, kelompok ini menyebarkan ujaran kebencian yang menargetkan anak-anak, remaja, serta komunitas LGBTQ+.

Mereka juga menggunakan metode menyakiti diri sendiri sebagai bentuk pembentukan ikatan sosial antaranggota di dunia maya.

Fakta ini menambah urgensi pemerintah dalam menangani radikalisasi remaja di media digital.

Konser Lady Gaga yang berlangsung pada Sabtu (3/5) malam merupakan pertunjukan besar kedua yang digelar di Copacabana dalam satu tahun terakhir, setelah konser Madonna.

Pemerintah Kota Rio de Janeiro menjadikan konser ini bagian dari strategi menarik wisatawan selama musim sepi.

Lady Gaga, melalui juru bicaranya kepada The Hollywood Reporter, menyatakan, dirinya  baru mengetahui dugaan ancaman ini melalui laporan media (Minggu) pagi ini.

"Sebelum maupun selama pertunjukan, tidak ada kekhawatiran terkait keamanan yang diketahui dan Lady Gaga sama sekali tidak menerima komunikasi apa pun dari pihak kepolisian atau otoritas mengenai potensi ancaman.”

Untuk menjamin keamanan, sekitar 5.000 petugas keamanan diterjunkan.

Tak hanya itu, penggunaan drone, sistem kamera pengawas, dan teknologi pengenalan wajah juga dikerahkan guna memantau situasi selama konser berlangsung.

Penggemar Lady Gaga pun merasa lega mendengar bahwa serangan tersebut berhasil dicegah. “SYUKUR KEPADA TUHAN. Ini bisa saja berdampak pada lebih dari dua juta orang,” tulis akun Instagram @LadyGagaFansTogether yang memiliki lebih dari 300 ribu pengikut.

Antusiasme masyarakat terhadap konser ini juga sejalan dengan strategi pemerintah Kota Rio yang ingin menggelar lebih banyak acara besar.

Wali Kota Eduardo Paes bahkan memberi isyarat bahwa ia berencana mengundang band legendaris U2 untuk tampil, meskipun belum ada tanggal pasti yang diumumkan.

Dalam konser yang sukses besar tersebut, Lady Gaga membuka penampilannya dari atas panggung setinggi lebih dari dua meter.

Dia mengenakan gaun merah besar yang berubah menjadi sangkar tempat para penari muncul, diiringi lagu “Bloody Mary”. “Brasil, aku sangat merindukan kalian!” serunya di hadapan para penggemar.

Lady Gaga, yang kini berusia 39 tahun, membawakan sejumlah lagu dari album terbarunya Mayhem, serta lagu-lagu hit sepanjang kariernya.

Penampilan itu bukan hanya menjadi sorotan hiburan, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan kota dalam menghadapi ancaman. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#konser lady gaga #Fake Monster #serangan bom #brasil #Operasi Fake Monster