RADARTUBAN - Persiapan pernikahan putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali, dengan Alyssa Daguise tengah memasuki tahap akhir.
Dalam proses tersebut, Ahmad Dhani menunjukkan keseriusan dan ide unik untuk dekorasi acara resepsi yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Juni mendatang.
Salah satu rencana yang mencuri perhatian adalah niat Dhani untuk memasang sebuah joglo kayu sebagai pelaminan utama.
Joglo tersebut merupakan pesanan khusus dengan biaya mencapai Rp 1 miliar.
Menurut Dhani, joglo ini akan menjadi pusat dekorasi yang mengusung nuansa tradisional Jawa yang kental dan megah.
Selain pelaminan joglo, Dhani juga berencana menambahkan elemen tradisional lain seperti gebyok yang akan difungsikan sebagai booth makanan dan ruang VIP.
Sehingga menciptakan suasana yang unik dan berbeda dari pernikahan pada umumnya.
Saat diperlihatkan gambar dan konsep joglo tersebut, Alyssa Daguise tampak terkejut dan mengungkapkan, "Oh my God, gede banget," dengan ekspresi mata yang membesar.
Namun, dalam beberapa momen saat Ahmad Dhani menjelaskan ide dekorasi, Alyssa terlihat kurang antusias.
Ia lebih banyak menunduk, memainkan ponsel, dan berdiri dengan postur yang terkesan kurang nyaman.
Gestur ini kemudian menjadi sorotan warganet yang berspekulasi bahwa Alyssa mungkin merasa kurang cocok dengan konsep megah dan besar yang diusung oleh calon mertuanya.
Pasalnya, Alyssa sendiri menginginkan konsep pernikahan yang lebih intimate.
Selain itu, Ahmad Dhani juga mengungkapkan bahwa ia memilih JCC sebagai lokasi resepsi karena tempat tersebut memberikan kebebasan untuk mendesain dekorasi dari awal, berbeda dengan gedung yang sudah memiliki dekorasi tetap.
Alysaa juga menyampaikan kekesalannya terkait pengalaman manggung di acara pernikahan yang biasanya kurang maksimal karena pengaturan bukan dilakukan oleh musisi.
Secara keseluruhan, persiapan pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise ini menunjukkan perpaduan antara tradisi dan modernitas dengan sentuhan megah dari Ahmad Dhani.
Meski begitu, reaksi Alyssa yang terlihat kurang antusias terhadap beberapa konsep dekorasi menjadi perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi di media sosial. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni