Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Habib Jafar Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Paus Leo XIV, Contoh Nyata Toleransi Antaragama

Bihan Mokodompit • Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:29 WIB
Habib Jafar beri ucapan selamat pada Paus Leo XIV
Habib Jafar beri ucapan selamat pada Paus Leo XIV

RADARTUBAN - Hubungan antaragama menjadi fondasi utama dalam menciptakan perdamaian global.

Dalam konteks inilah, sikap Habib Jafar, seorang ulama muda asal Indonesia, patut diapresiasi.

Melalui pendekatan dakwahnya yang menekankan kedamaian dan keterbukaan, Habib Ja’far kembali menunjukkan komitmennya terhadap toleransi antaragama.

Baru-baru ini, Habib Ja’far menarik perhatian publik dengan memberikan ucapan selamat kepada Paus Leo XIV, yang baru saja terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik dunia.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 8 Mei 2025 waktu Indonesia. Tindakan tersebut menjadi simbol penting bahwa toleransi antaragama dapat dijalin dengan saling mendukung dan mendoakan kebaikan, tanpa melihat perbedaan keyakinan.

 

Melalui akun media sosial pribadinya, Habib Ja’far menyampaikan pesan penuh harapan kepada umat Katolik.

“Selamat buat umat Katolik atas terpilihnya Paus Leo XIV. Harapan kami, Paus membawa kedamaian, kemanusiaan, dan kesejahteraan. Kami, umat Islam dgn besar hati dalam keterbukaan menyambut kerjasama utk bersama dalam perbedaan bagi persatuan demi keluhuran.” tulisnya.

Ucapan tersebut menjadi simbol kolaborasi yang sehat di tengah perbedaan. Habib Ja’far secara konsisten menempatkan dirinya sebagai jembatan yang mempererat umat lintas agama.

Hal ini selaras dengan prinsip-prinsip dialog lintas iman, yang menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarkeyakinan untuk menghadapi tantangan global.

 

Respons masyarakat terhadap pernyataan Habib Ja’far sangat positif. Tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari umat Katolik.

Banyak pihak menilai, sikap tersebut merupakan perwujudan nyata dari nilai persaudaraan lintas agama yang semakin dibutuhkan di era modern ini.

Selain membawa pesan damai, pernyataan Habib Ja’far juga mempertegas bahwa toleransi antaragama bukan sekadar wacana, melainkan aksi konkret yang dapat menginspirasi banyak pihak, termasuk pemimpin agama lain di dunia.

Dalam kondisi global yang masih dihantui konflik dan krisis kemanusiaan, inisiatif seperti ini sangat relevan.

Habib Ja’far tidak hanya mengucapkan selamat, tetapi juga menyampaikan harapan agar Paus Leo XIV dapat menjadi pemimpin yang membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas agama, menciptakan ruang kolaborasi dalam menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan global.

Dengan sikap yang inklusif dan penuh empati, Habib Ja’far menunjukkan bagaimana seorang tokoh agama bisa berperan besar dalam mempererat harmoni dan menghentikan polarisasi.

Ucapan selamatnya bukan hanya formalitas, melainkan dorongan untuk terus merawat dan menumbuhkan toleransi antaragama di tengah keberagaman dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#toleransi #Antaragama #habib jafar #ucapan selamat #Paus Leo XIV #pemimpin tertinggi umat Katolik dunia #Indonesia