Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Asal-Usul Byakugan: Mata Klan Hyuga yang Terinspirasi dari Tragedi Hiroshima dan Nagasaki

Mohamad Anas Ali Wafa • Minggu, 25 Mei 2025 | 16:18 WIB

Asal usul byakugan di mata Hinata dan ninja klan hyuga lain.
Asal usul byakugan di mata Hinata dan ninja klan hyuga lain.

RADARTUBAN – Dalam serial Naruto, kemampuan mata khas klan Hyuga yang dikenal sebagai Byakugan ternyata memiliki latar belakang yang menyentuh dan penuh makna.

Masashi Kishimoto, sang kreator, disebut terinspirasi dari kondisi medis para penyintas bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. 

Dia mengangkat fenomena kerusakan mata akibat radiasi menjadi elemen kekuatan supranatural dalam dunia ninja, sekaligus menciptakan karakter Hinata Hyuga sebagai simbol harapan dan ketabahan.

Dikutip dari berbagai sumber, peristiwa bom atom yang menghantam Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 meninggalkan dampak yang sangat berat.

Baca Juga: Link Download Naruto Storm Mobile: Panduan Lengkap Cara Instal, Spesifikasi, dan Fitur Unggulan

Terutama bagi para penyintas. Salah satu efek jangka panjang yang paling sering dilaporkan adalah gangguan penglihatan.

Banyak korban mengalami kerusakan mata akibat paparan radiasi, mulai dari penglihatan kabur hingga perubahan warna mata menjadi putih.

Fenomena inilah yang kemudian menjadi referensi visual bagi Kishimoto saat menciptakan teknik mata Byakugan.

Dalam cerita, Byakugan adalah kekuatan bawaan klan Hyuga yang memungkinkan pemiliknya melihat aliran chakra, titik-titik vital lawan, hingga objek dari jarak sangat jauh.

Konsep ini sengaja dibuat bertolak belakang dari kondisi nyata penyintas bom atom, yang justru mengalami penurunan fungsi penglihatan.

Dengan mengubah dampak tragis menjadi kekuatan istimewa, Kishimoto seolah menyampaikan bentuk penghormatan sekaligus motivasi bagi mereka yang hidup dalam trauma, terutama anak-anak korban perang.

Salah satu tokoh yang mewarisi kekuatan ini adalah Hinata Hyuga, karakter perempuan yang dikenal lembut namun penuh tekad.

Desain karakter Hinata, lengkap dengan mata putih khas Byakugan, terinspirasi dari sosok gadis-gadis Jepang pascaperang yang mengalami gangguan penglihatan.

Namun berbeda dari kenyataan pahit, Hinata digambarkan sebagai ninja tangguh yang menguasai teknik khas klan Hyuga.

Seiring berjalannya cerita, Hinata berkembang dari tokoh pemalu menjadi sosok yang kuat dan penuh keyakinan.

Bahkan, dia akhirnya menjadi istri Naruto Uzumaki, sang tokoh utama.

Karya Kishimoto memang dikenal tak hanya menyajikan kisah pertarungan dan petualangan, tetapi juga membalutnya dengan pesan moral dan perenungan atas tragedi masa lalu.

Mengambil inspirasi dari peristiwa kelam seperti tragedi bom atom bukanlah hal baru bagi Kishimoto.

Dalam sejumlah wawancara, ia mengungkapkan bahwa Naruto tidak sekadar dibuat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan pesan perdamaian dan pentingnya belajar dari sejarah.

Serial Naruto pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan berakhir pada 2014. Selama 15 tahun penayangannya, kisah ini tumbuh menjadi salah satu manga paling populer di dunia, dengan jutaan penggemar dari berbagai negara.

Karakter Hinata Hyuga pun menjadi salah satu tokoh penting yang mewakili pertumbuhan, ketekunan, dan kekuatan dari dalam.

Transformasi Hinata dari gadis pendiam menjadi wanita tangguh menggambarkan semangat pantang menyerah dan kekuatan dalam menghadapi trauma serta ketakutan.

Tema mengenai dampak bom atom memang sering muncul dalam budaya populer Jepang, baik melalui film, sastra, maupun anime.

Namun, pendekatan Kishimoto dinilai unik karena ia tidak menonjolkan sisi kesedihan, melainkan menjadikannya sumber kekuatan dan inspirasi.

Selain Hinata, klan Hyuga juga diperkuat oleh tokoh seperti Neji Hyuga, yang turut menyuguhkan cerita tentang hierarki keluarga, kebebasan, dan perjuangan dalam dunia ninja.

Melalui klan ini, Kishimoto membangun narasi kompleks tentang darah, pengorbanan, dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#naruto #hiroshima #Byakugan #visual #jepang #hyuga #nagasaki