RADARTUBAN – Di saat isu royalti lagu sedang jadi sorotan panas di jagat hiburan, Raja Dangdut Rhoma Irama justru membuat gebrakan mengejutkan.
Lewat pernyataan resminya di kanal YouTube Rhoma Irama Official, sang legenda menyatakan bahwa semua lagu ciptaannya kini boleh dibawakan oleh siapa pun secara bebas tanpa perlu membayar royalti, bahkan tanpa harus meminta izin.
“Silakan nyanyi lagu saya sampai serak, enggak usah bayar, enggak perlu izin,” ujar Rhoma dalam kutipan yang ramai diberitakan, Rabu (11/6).
Menurutnya, sebagai pencipta lagu, keputusan semacam ini adalah hak pribadi yang tak bisa diintervensi.
Dia pun menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud dari kebebasan berekspresi dalam dunia seni musik.
Rhoma merasa bahwa iklim industri musik belakangan ini membuat banyak penyanyi merasa tertekan, bahkan takut untuk membawakan lagu milik orang lain karena risiko tuntutan hukum.
Padahal, kata dia, jika karya tidak dibawakan, maka esensinya sebagai seni akan lenyap.
“Kalau karya saya bisa dinyanyikan dan membawa manfaat, ya itu bagian dari sedekah juga,” tambahnya.
Tak berlebihan jika banyak yang menyebut karya-karya Rhoma sebagai "lagu-lagu dakwah".
Sejak dekade 1970-an, ia konsisten menghadirkan lagu-lagu yang bukan cuma enak didengar, tapi juga mengandung pesan kehidupan yang dalam.
Berikut beberapa judul lagu Rhoma Irama yang bukan hanya populer, tapi juga sarat nilai dan kini boleh kamu bawakan tanpa batas:
1. Begadang
Lagu ini menjadi semacam himbauan kesehatan dalam bentuk musik. Dalam liriknya, Rhoma mengingatkan bahwa kebiasaan begadang, apalagi tanpa alasan penting, bisa berbahaya bagi tubuh.
Pesannya sederhana namun relevan lintas generasi. Istirahat yang cukup itu penting, dan kesehatan tidak boleh dikorbankan demi kesenangan sesaat.
2. Judi
Dalam lagu ini, Rhoma membahas kecanduan judi dengan pendekatan yang jujur dan blak-blakan.
Dia menggambarkan bagaimana taruhan yang awalnya tampak sepele, bisa menghancurkan hidup seseorang secara perlahan.
Lagu ini bukan cuma menyentil, tapi juga menggambarkan dinamika emosi pelaku judi: mulai dari euforia kemenangan hingga kejatuhan yang memilukan.
3. Mirasantika
Gabungan kata dari minuman keras dan narkotika, lagu ini adalah kritik sosial yang disampaikan dengan gaya khas Rhoma.
Dalam liriknya, ia mengangkat bahaya penyalahgunaan zat-zat memabukkan yang bisa merusak masa depan generasi muda.
Meskipun sempat menuai kontroversi karena dianggap terlalu keras, lagu ini justru memperlihatkan keberanian Rhoma dalam menyuarakan hal-hal yang dianggap tabu.
4. Keramat
Lagu ini adalah salah satu mahakarya Rhoma Irama yang paling menyentuh. Liriknya menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada sosok ibu.
Dia menekankan bahwa durhaka kepada ibu adalah perbuatan yang mendatangkan petaka dan hilangnya keberkahan hidup.
5. Roda Kehidupan
Lagu ini menjadi refleksi spiritual dan filosofis tentang perjalanan hidup. Rhoma menggambarkan bahwa hidup itu dinamis, kadang kita berada di atas, kadang di bawah.
Dengan aransemen musik yang kuat dan lirik kontemplatif, lagu ini mengajak pendengar untuk tidak sombong ketika sukses dan tidak putus asa saat terjatuh.
Dengan keputusan Rhoma Irama untuk melepas hak royalti atas lagu-lagunya, dunia musik Indonesia seolah kembali diingatkan pada esensi seni sebagai medium berbagi nilai, bukan sekadar komoditas.
Kini, siapa pun bisa membawakan lagu-lagu penuh pesan moral ini secara bebas di atas panggung, di kafe, di jalanan, bahkan untuk keperluan konten digital tanpa perlu merasa was-was. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama