RADARTUBAN – Drama perebutan hak asuh anak antara Baim Wong dan Paula Verhoeven resmi berakhir. Namun, akhir ceritanya tak seperti yang banyak publik prediksi.
Setelah hak asuh penuh atas Kiano dan Kenzo jatuh ke tangan Baim Wong lewat putusan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jakarta, Paula secara mengejutkan menyatakan tidak akan mengajukan kasasi. Alasannya? Menyentuh, namun juga menohok.
"Bukan soal menang atau kalah. Ini tentang kebaikan semua, terutama untuk kesehatan mental dan masa depan Kiano dan Kenzo,” ucap Paula dalam pernyataan terbuka, Rabu (25/6).
Dengan suara hati seorang ibu, Paula mengaku telah berjuang sekuat tenaga.
Namun, kini saatnya ia menerima takdir dan memilih untuk tidak melanjutkan gugatan ke Mahkamah Agung.
“Kalian adalah anugerah terindah. Tidak ada satu hari pun mama lalui tanpa cinta dan doa untuk kalian… Tapi hari ini mama belajar untuk berserah.”
Dalam unggahan bernada religius dan penuh makna, Paula menyebut bahwa sebagai manusia, dia hanyalah dititipi anak oleh Tuhan.
Dan jika sekarang sang pemilik mengambil alih, ia percaya itulah jalan terbaik.
Menariknya, Paula juga menyentil soal makna cinta sejati. Bagi dirinya, cinta bukan soal menggenggam erat—tapi tahu kapan harus melepaskan dengan ikhlas.
“Bukan karena menyerah, tapi karena percaya bahwa Allah lebih mampu menjaga kalian dibanding siapa pun, bahkan mama sendiri.”
Kalimat ini mengundang reaksi hangat netizen, terutama para ibu yang merasa relate dengan keputusan sulit Paula.
Netizen Terbelah: Legawa atau Terlalu Cepat Menyerah?
Di media sosial, respons publik pun terbelah.
Ada yang memuji sikap legawa Paula, tapi ada juga yang mempertanyakan: apakah keputusan ini lahir dari tekanan atau karena lelah menghadapi sistem hukum yang berpihak?
Namun satu hal pasti: keputusan Paula membuka diskusi baru tentang peran ibu dalam sistem peradilan keluarga, yang selama ini diasumsikan selalu lebih kuat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama