RADARTUBAN - Nama Zahran Nizar Fadhlan belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok.
Mahasiswa berprestasi ini mencuri perhatian publik setelah tampil dalam ajang Clash Of Champions (COC) Ruangguru Season 2 dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.
Namun, bukan hanya nilai akademiknya yang disorot, melainkan juga komentarnya yang muncul dari warganet terkait penampilan fisiknya yang dianggap tak sepadan dengan kecemerlangan akademisnya.
Zahran merupakan putra dari pasangan Usmeldi dan Risda Amini, yang keduanya berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP).
Dukungan dari keluarga serta lingkungan sekolah yang kondusif turut membentuk Zahran menjadi sosok pelajar yang berprestasi.
Peran guru dan teman-temannya juga menjadi faktor penting dalam perjalanannya hingga mencapai titik saat ini.
Dikenal sebagai mahasiswa cerdas di kampusnya, Zahran tak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam berbagai ajang olimpiade, baik nasional maupun internasional.
Dia sempat meraih juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan menorehkan prestasi internasional.
Seperti meraih Medali Perunggu pada ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2023 yang digelar di Chorzów, Polandia, serta Medali Perak dari International Physics Olympiad (IPhO) 2024 di Isfahan, Iran.
Kecintaan Zahran terhadap ilmu pengetahuan, khususnya Fisika dan Astronomi, tumbuh sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, dia menghabiskan banyak waktu di rumah dengan mengakses materi pembelajaran secara daring.
Ketertarikannya pada video edukasi di YouTube tentang dua bidang ilmu tersebut menjadi awal mula langkahnya menapaki dunia olimpiade.
Menurut Zahran, Fisika adalah disiplin ilmu yang menekankan pada kemampuan berpikir logis, bukan sekadar menghafal.
Dia mengakui sempat menemui kendala, namun tak membiarkan kelemahannya menjadi hambatan.
Melalui pembinaan nasional, Zahran berhasil terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk ajang IOAA 2023 dan IPhO 2024.
Zahran lahir 11 Mei 2006, berdasarkan weton Primbon Jawa. Tanggal itu adalah Kamis Pon yang memiliki neptu 12.
Melansir primbon.com, mereka yang lahir di hari Kamis Pon, biasanya memiliki cita-cita tinggi dan tujuan-tujuan mulia yang berusaha anda wujudkan sekuat tenaga.
Selain itu, memiliki pikiran yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu, serta suka mempelajari hal-hal baru yang dapat memperluas wawasan anda.
Meskipun demikian, dengan kecenderungan untuk berpikir dan bertindak dalam skala besar, kebanggaan serta rasa percaya terhadap kekayaan materi atau kepandaian dapat dengan mudah menjadi kelemahan anda pada suatu saat.
Weton ini bukanlah tipe orang yang suka banyak bergaul dan tidak tertarik pada urusan orang lain.
Tampaknya weton ini cukup puas dengan mengandalkan kemampuan pribadi untuk memahami suatu situasi dan menghindarkan diri dari pengaruh orang lain.
Terbukti, ddikasi dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang membanggakan, mengukir dua prestasi bergengsi dalam dua tahun berturut-turut.
Kedua ajang tersebut dikenal sebagai kompetisi sains paling prestisius di dunia dan telah diakui oleh banyak negara serta lembaga pendidikan nasional, termasuk Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Dengan segala pencapaian yang diraih, Zahran Nizar Fadhlan kini tak hanya menjadi inspirasi di dunia akademik, tetapi juga menjadi simbol bahwa prestasi tak dapat diukur dari penampilan semata. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama