RADARTUBAN - Baru debut pada Mei 2025, girl group asal Indonesia, No Na, langsung bikin gebrakan.
Lagu perdana mereka, Shoot, sukses viral dan tak tanggung-tanggung menembus Top 3 Spotify Viral Chart di Korea Selatan.
Capaian itu menjadi prestasi langka bagi musisi Indonesia yang baru muncul di kancah global.
Tak hanya lagu yang catchy, koreografi enerjik dan visual memukau para member jadi kombinasi sempurna yang langsung mencuri perhatian penikmat musik internasional.
Dibentuk oleh label musik 88rising—rumah bagi NIKI, Rich Brian, Joji, dan Jackson Wang—No Na tampil beda di tengah maraknya dominasi K-pop.
Empat perempuan muda asal Indonesia; Baila, Christy, Esther, dan Shazfa, tampil percaya diri dan kompak.
Mereka bahkan sudah mencicipi panggung internasional lewat festival musik bergengsi Head in the Clouds 2025 di Los Angeles.
Popularitas No Na tak berhenti di satu lagu.
Single kedua mereka, Superstitious, mengangkat tema kepercayaan diri perempuan dengan lirik kuat: I’m superstitious, might say I’m too ambitious, but I’m standing on my business.
Lagu ini jadi anthem baru bagi para perempuan muda yang ingin tetap teguh pada pilihan dan intuisi mereka.
Sementara lagu Falling in Love menunjukkan sisi lembut No Na. Liriknya yang romantis dan emosional membuat pendengar ikut larut dalam nostalgia manis saat jatuh cinta.
Lagu ini mempertegas bahwa No Na bukan cuma sensasi sesaat, tapi juga punya kedalaman musikalitas.
Di balik sukses No Na, tiap member membawa latar belakang yang unik.
Christy Gardena, penari balet asal Lombok, pernah menyabet juara ketiga International Dance Asia Competition 2019.
Baila Fauri, gadis asal Jakarta, dikenal sejak ikut Indonesian Idol Junior dan masuk enam besar.
Esther Geraldine, jebolan Indonesian Idol season sepuluh, telah lebih dulu merilis lagu Rarity dan berkolaborasi dengan musisi ternama.
Sedangkan Shazfa Adesya Zahra dikenal sebagai penari handal yang aktif memimpin workshop dan komunitas K-Pop Dance Crew.
Tak berlebihan jika kini No Na dianggap sebagai harapan baru industri musik Asia.
Mereka tak hanya menunjukkan bahwa talenta Indonesia bisa bersaing di panggung global, tapi juga membuka jalan baru bagi generasi muda Tanah Air untuk bermimpi lebih tinggi.
Dengan dukungan kuat dari 88rising, rekam jejak awal yang gemilang, dan identitas budaya yang kuat, No Na dipandang sebagai talenta muda Indonesia yang siap menaklukkan panggung internasional.
Apakah mereka akan menjadi simbol kebanggaan Asia di masa depan?
No Na bukan sekadar girl group baru, tetapi representasi budaya berskala global lewat musik dan visual yang memadukan nuansa tradisional dan modern.
Langkah mereka dari rilisan lokal hingga chart Korea dan panggung utama LA menunjukkan ambisi dan potensi besar.
Member No Na:
- Christy Gardena:
Penari balet berbakat yang berasal dari Pulau Lombok. Pernah menjuarai International Dance Asia Competition 2019 juara ketiga kategori duo.
- Baila Fauri
Gadis asal Jakarta ini sebelumnya pernah mengikuti Indonesian Idol Junior season satu dan berhasil berada di posisi enam besar.
- Esther Geraldine
Penyanyi berbakat jebolan Indonesian Idol season sepuluh. Pernah merilis lagu dengan judul Rarity dan berkolaborasi dengan penyanyi ternama Indonesia.
- Shazfa Adesya Zahra
Penari berpengalaman yang seringkali dipercaya memimpin dan mengadakan workshop dance K-Pop. Selain itu aktif juga dalam komunitas K-Pop Dance Crew.
Prestasi Awal Debut
• “Shoot” masuk ke Top 3 Spotify Viral Chart Korea Selatan, serta top chart viral di berbagai negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan
• Debut live perdana mereka berlangsung di festival Head in the Clouds 2025 di Los Angeles pada 31 Mei; menampilkan “Shoot”, “Superstitious”, “Falling in Love” dan
• Video panggung dengan gamelan Bali dan tagline “This is Indonesia to the World. This is No Na” disambut hangat penonton
• Mereka juga meraih 1,4 juta pendengar bulanan di Spotify hanya sebulan setelah debut (*)
Editor : Yudha Satria Aditama