RADARTUBAN - Penundaan perilisan game survival yang paling populer, yakni Subnautica 2 akhirnya memicu konflik antara studio pengembangnya, Unknown Worlds dengan perusahaan induknya, KRAFTON.
Game tersebut semula dijadwalkan akan debut pada Juni 2025, namun kini secara resmi ditunda hingga tahun 2026.
Ketegangan bermula sejak awal bulan ini ketika KRAFTON memecat pimpinan utama Unknown Worlds yakni Charlie Cleveland, Ted Gill, dan Max McGuire dan menggantikannya dengan veteran industri game, Steve Pepoutsis.
Tak lama setelah pemecatan itu, Blomberg melaporkan bahwa penundaan rilisnya Subnautica 2 membuat Unknown Worlds akan kehilangan bonus yang dijanjikan sebesar $250 juta ketika target pendapatan tahunan telah tercapai.
Kemudian KRAFTON membantahnya dengan mengatakan penundaan tersebut tak ada hubungannya dengan masalah finansial maupun kontrak perusahaan.
Lebih lanjut, KRAFTON menyalahkan Cleveland yang diduga lebih berfokus pada proyek pribadinya ketimbang menggarap Subnautica 2.
Menurut KRAFTON Subnautica 2 saat ini belum layak rilis karena dianggap belum sepenuhnya matang.
Hal ini diperkuat oleh dokumen internal yang bocor di platform Reddit.
Pada dokumen tersebut, terungkap versi awal Subnautica 2 kehilangan beberapa konten seperti dua jenis bioma, satu jenis Leviathan, enam jam narasi cerita serta tidak adanya fitur kustomisasi karakter.
Hal ini menjadi jelas mengapa KRAFTON bersikukuh untuk tetap menunda peluncuran Subnautica 2 hingga tahun depan.
Hanya saja, mantan pimpinan Unknown Worlds yang dipecat, Charlie Cleveland mengatakan dia dan dua rekan eksekutifnya telah resmi menggugat KRAFTON.
Cleveland menyebut tindakan ini sebagai bagian dari upaya untuk membela reputasi serta perjuangan dia dan timnya.
Cleveland juga membantah tuduhan KRAFTON yang mengklaim bonus yang mereka berikan 90 persen jatuh ke tangan eksklusif Unknown Worlds.
Menurutnya, semua bonus dan keuntungan yang diberikan selalu dibagi rata dengan adil keseluruh tim Unknown Worlds.
Dengan gugatan yang resmi diajukan, konflik ini diperkirakan akan terus berlanjut.
Baik penggemar maupun komunitas gamer terus menanti bagaimana nasib Subnautica 2 serta dinamika dibalik layar antara KRAFTON dan Unknown Worlds. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama