RADARTUBAN – Sempat dicap sebagai vandalisme pada satu dekade lalu, kini grafiti justru menjadi wadah ekspresi seni yang dipamerkan dengan bangga.
Bertempat di Warkopsof, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, para seniman mural menampilkan berbagai karya visual dan aktivitas live painting grafiti.
Pameran seni lukis dinding itu diinisiasi oleh TubanGraff, kelompok seniman grafiti Kota Legen.
Akbar Kusuma Anjasmara, salah satu anggota TubanGraff menyebut, pameran bertajuk Katalis itu untuk memperingati sedekade perjalan TubanGraff.
‘’Total ada 17 seniman lokal dan 17 karya yang dipamerkan,’’ kata Anjas kepada Jawa Pos Radar Tuban. Acara ini berlangsung selama empat hari (6-9/8).
Seni grafiti yang ditampilkan dalam pameran tidak hanya bentuk huruf atau tipografi. '
Beberapa seniman menggabungkan elemen huruf tersebut dengan karakter visual lain, sehingga membentuk sebuah lukisan.
Selain itu, pada beberapa karya lain penciptaannya cenderung spontan.
Inspirasi gambar maupun karakter dapat sewaktu-waktu muncul ketika proses pengerjaan sedang berlangsung.
‘’Meski grafiti itu gambar huruf yang diolah, tapi dibaliknya tetap terdapat gagasan, makna, bahkan kritik sosial yang dituangkan,’’ imbuhnya.
Fendra Wijaya, seniman grafiti lain menambahkan, seni grafiti merupakan bentuk dan bagian dari kebebasan berekspresi.
‘’Terlebih, sumber inspirasi dan juga media gambar yang tidak terbatas, sehingga kesannya lebih bebas. Semoga banyak anak muda yang menuangkan bakatnya supaya lebih kreatif lagi,” ungkapnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama