RADARTUBAN- Mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah baru-baru ini mengunggah video pada akun instagram pribadinya.
Dalam video tersebut Sarwendah membahas soal lavender marriage yang akhir-akhir ini menjadi viral dalam beberapa topik pembahasan di media sosial.
"Jadi lavender marriage itu adalah pernikahan antara seorang pria dan wanita di mana salah satu atau kedua pasangan memiliki orientasi seksual non-heteroseksual," kata Sarwendah.
Sarwendah juga menjelaskan bahwa lavender marriage terjadi untuk menutupi orientasi seksual non-heteroseksual (penyuka sesama jenis) di masyarakat.
Penjelasan Sarwendah lebih rinci saat ia memberitahu alasan terjadinya lavender marriage.
"Karena berdampak psikologis atau kesehatan mental yang signifikan pada individu yang terlibat," jelas Sarwendah.
"Perlu adanya kejujuran antar pasangan untuk menyelesaikan hal ini ya sayang," pungkasnya.
Caption dalam unggahan tersebut yang menjadi sorotan netizen, banyak netizen yang menduga alasan perceraian antara Sarwendah dengan Ruben Onsu adalah karena lavender marriage.
"Sayang sayang aku yang pernah ngalamin, pasti tau dong apa itu lavender marriage," tulis Sarwendah sebagai caption unggahannya.
Beberapa juga menganggap bahwa Sarwendah sedang menyindir seseorang.
Namun banyak juga para netizen yang mengatakan bahwa video tersebut dibuat oleh Sarwendah sebagai bentuk edukasi, karena saat ini Sarwendah sedang berkuliah pada jurusan Psikologi di University of Jakarta International.
"Bun gak lagi nyindir kan ya?" komentar akun @mrsnad***.
"Bunda ngalami sendiri?" tanya akun @selsag***.
"Sepertinya tidak sedang menyindir siapa pun, ini salah satu ilmu yang Bunda dapet dari mata kuliah psikolog," bela akun @nurisa3***.
Sebagai informasi lavender marriage adalah bentuk orientasi seksual non-heteroseksual atau istilah yang biasa digunakan untuk penyebutan 'penyuka sesama jenis'.
Lavender marriage bisa terjadi karena adanya tekanan dari keluarga serta sosial di lingkungan sekitarnya.
Orang yang menikah dengan pasangan lavender marriage tersebut, dapat mengalami stress, cemas, hingga depresi.
Terlebih masalah dalam hubungannya, sebab biasanya sebagai pasangan lavender marriage akan terasa kurang intim baik dalam keadaan fisik maupun emosionalnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni