RADARTUBAN - Deva Mahenra kembali dipercaya memerankan karakter Aris dalam serial Ipar Adalah Maut The Series, kelanjutan dari film populer yang mengangkat kisah perselingkuhan yang menggemparkan masyarakat Indonesia.
Meski peran ini merupakan tantangan besar, Deva sempat mengaku protes dan kebingungan mengapa dirinya yang kembali dipilih untuk memerankan karakter kontroversial tersebut, sementara para pemain utama lainnya diganti.
Dalam sesi wawancara di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (31/10), Deva menyampaikan bahwa keputusan kembalinya ia sebagai Aris bukan tanpa pertimbangan.
Ia bahkan sempat berdiskusi dengan produser Manoj Punjabi terkait alasan mempertahankan karakter itu.
Ternyata, serial ini bukanlah sekuel langsung dari film sebelumnya, melainkan berlatar semacam "alternate universe" sehingga cerita dan dinamika karakter memiliki pengembangan yang berbeda dari versi film.
Deva menyadari peran Aris yang penuh kerap menimbulkan aksi emosional, khususnya dari penonton wanita, namun di sisi peran lain ini juga menjadi jembatan emosi yang kuat untuk penayangan penonton lama yang sudah kesal dengan sosok Aris.
Ia juga menuturkan bahwa durasi yang lebih panjang dalam bentuk serial memberi ruang lebih luas untuk mengeksplorasi sisi lain dari karakter Aris yang belum pernah terlihat di film.
Dalam "Ipar Adalah Maut The Series," selain Deva Mahenra, beberapa pemeran diganti dengan wajah baru untuk memberikan nuansa dan cerita yang lebih segar serta tidak melulu sama dengan film layar lebar.
Deva siap menyambut demonstrasi dari penonton yang sudah mengenal karakter tersebut dan berusaha membawa dimensi baru yang lebih kompleks dari tokoh Aris.
Serial ini diproduksi oleh MD Pictures dan akan tayang dalam episode-episode yang memungkinkan pengembangan cerita dan karakter secara lebih mendalam.
Kisah di serial ini fokus kembali pada konflik rumah tangga dan perselingkuhan antara Aris dengan adik iparnya, Rani, menghadirkan cerita yang tabu namun menarik bagi masyarakat Indonesia.
Kesuksesan film “Ipar Adalah Maut” sebelumnya membuat harapan besar bagi serial ini untuk dapat meraih antusiasme serupa, bahkan lebih. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni