Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Film Horor Tetap Jadi Primadona, APROFI Ungkap Uniknya Selera Penonton Indonesia

M Robit Bilhaq • Senin, 10 November 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi film horor.
Ilustrasi film horor.

RADARTUBAN - Pelaku industri film nasional menyampaikan bahwa film dengan genre horor di kalangan penonton Indonesia masih menjadi favorit.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Linda Gozali, menyatakan bahwa di indonesia permintaan terhadap produksi film horor tetap tinggi hingga saat ini.

"Indonesia punya keunikan tersendiri. Saat negara-negara lain, khususnya di Asia, tengah menggemari genre K-Pop, masyarakat Indonesia justru lebih menyukai film horor," ujar Linda.

Linda juga menjelaskan bahwasanya daya tarik film horor lokal juga terletak pada kemampuannya mengangkat unsur sejarah dan budaya asli Indonesia, yang membuatnya semakin relevan dan menarik bagi penonton dalam negeri.

"Mungkin karena orang-orang kita kan demennya bau-bau mistis ya, sering juga dikaitkan dengan bau-bau mistis di kehidupan, jadi ya mereka makin tertarik untuk menonton film horor," ujarnya.

Judith Dipodiputro selaku Sekretaris Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), menyatakan bahwa tingginya minat terhadap film horor di indonesia adalah bukan satu-satunya alasan genre tersebut mendominasi produksi film nasional.

Judith mengungkapkan bahwa minimnya investor yang bersedia untuk mendanai genre lain selain horor juga menjadikan para produser untuk lebih memilih untuk memproduksi film dengan genre horor.

"Faktor utamanya memang permintaan pasar, namun juga karena investor tampaknya belum tertarik membiayai genre selain horor," ujarnya.

Kedepannya, Judith berharap kepada pemerintah pemerintah agar dapat berperan aktif dalam mendukung industri film, khususnya dengan menyediakan akses pembiayaan bagi genre yang belum populer di pasar indonesia, seperti film sejarah, film anak-anak, dan lainnya.

Menurut Judith, dukungan dari pemerintah tersebut penting agar mekanisme pasar tidak sepenuhnya menentukan arah produksi film nasional. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#horor #favorit #GenRe #Indonesia #film