RADARTUBAN - Malam penghargaan musik tertinggi Indonesia, AMI Awards 2025 diwarnai banyak sekali penampilan memukau dari para musisi tanah air.
Tak hanya itu, AMI Awards juga memberikan piala kemenangan kepada 63 kategori penghargaan serta 5 kategori khusus. Salah satu yang berhasil membawa pulang piala tersebut adalah Baskara Putra vokalis grub band Hindia dan Feast.
Baskara Putra bersama Hindia dan Feast berhasil menduduki kategori Artis Solo Alternatif Terbaik lewat lagu "Everything u are."
Selain itu, Video Musik Terbaik untuk lagu "Everything u are", Album Alternatif Terbaik lewat "Doves, '25 On Blank Canvas", Album Terbaik Terbaik "Doves, '25 On Blank Canvas" serta Album Rock Terbaik lewat "Membangun & Menghancurkan".
Saat menerima piala untuk kategori Album Alternatif Terbaik lewat albumnya yang berjudul " Doves, '25 On Blank Canvas".
Dalam pidatonya Baskara menyuarakan perjuangan seorang ibu yang tengah mencari keadilan untuk anaknya yang hilang dalam peristiwa 1998.
“Di rilisan ini juga ada tentang seorang ibu yang kehilangan anak pada tahun 1998. Dan perjuangan dia sampai hari ini dalam mencari keadilan dan memupuk harapan. Untuk ruang dan apresiasi terhadap realita tersebut, terima kasih” tutur Baskara.
Ibu tersebut adalah Maria Catarina Sumarsih, beliau adalah ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan), mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I tahun 1998.
Sumarsih sendiri sejak 18 tahun silam masih rutin menggelar acara kamisan telat di depan gedung Istana Negara, Jakarta.
Aksi tersebut dia lakukan sebagai bentuk tuntutan keadilan bagi anaknya.
Hingga saat ini sebagai seorang ibu, Sumarsih masih ingat betul bagaiman peluru tepat menembak dada sang anak.
Wawan tertembak sesaat setelah memberikan pertolongan kepada rekannya yang tewas dalam aksi penolakan Sidang Istimewa MPR dan dwifungsi ABRI.
Sebelumnya, perjuangan Sumarsih dalam mencari keadilan dengan menguak adanya pelanggaran HAM berat, ia dianugerahi penghargaan Yap Thiam Hien Award 2004 di Museum Nasional, Jakarta.
Keberanian Baskara dalam menyuarakan hal tersebut disambut dukungan dari para penggemar dan publik yang menyaksikan.
Banyak yang mendukung aksi Baskara agar para petinggi terus sadar dengan apa yang telah terjadi pada setiap peristiwa beberapa tahun silam, yang mengakibatkan adanya pelanggaran HAM.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama