RADARTUBAN – Perseteruan antara selebgram Fuji dan beberapa mantan karyawannya kembali memanas.
Hubungan kerja yang semula berjalan baik justru berujung konflik berulang.
Tak hanya sekali, Fuji sebelumnya juga melaporkan mantan karyawan karena dugaan penipuan.
Dilaporkan karena Dugaan Penggelapan Uang Endorse
Kasus terbaru terjadi ketika Fuji melaporkan mantan karyawan yang pernah menjadi admin pribadinya.
Ia diduga menggelapkan uang endorse hingga mencapai miliaran rupiah. Masalah serupa yang terus berulang membuat pihak keluarga angkat bicara.
Ayah Fuji, Haji Faisal, menilai sang putri terlalu mudah percaya pada orang baru. Meski keluarga sudah menaruh curiga pada karyawan tersebut, Fuji sempat tak mengindahkan peringatan tersebut.
“Dia enggak mau cerita karena papanya sudah bawel sebenarnya. Kalau ada karyawan baru pasti papa tanya,” kata Haji Faisal.
Baca Juga: Forza Horizon 6 Resmi Hadir 2026: Microsoft dan Playground Games Hadirkan Keindahan Gunung Fuji
Ibunda Beberkan Fakta Baru: Ada Grup Khusus untuk Jelekkan Fuji
Pengakuan mengejutkan justru datang dari sang ibunda, Dewi Zuhriati.
Ia mengungkap bahwa para mantan karyawan Fuji ternyata membentuk grup percakapan khusus untuk menjelekkan sang selebgram.
Padahal, selama bekerja Fuji disebut sangat baik pada para karyawan.
Mulai dari bonus saat ulang tahun, hadiah, hingga pembagian rezeki ketika Fuji mendapatkan bonus pekerjaan.
“Dia dapat bonus dikasih. Hadiah ulang tahun juga semua karyawan dikasih,” ungkap Dewi.
Sayangnya, kebaikan tersebut justru dibalas dengan tindakan yang mengecewakan.
Isi Grup: Komentar Negatif dan Keluhan Soal Ketegasan Fuji
Dewi menjelaskan, isi grup tersebut sebagian besar membahas sikap Fuji yang dianggap terlalu tegas dan menuntut pekerjaan cepat selesai.
“Paling itu soal ketegasan si Fuji aja. Fuji pengennya kerja cepat karena yang kerja sama dia kan banyak. Wajar saja dia maunya cepat,” jelas Dewi.
Fuji Terpukul oleh Pengkhianatan Mantan Karyawan
Haji Faisal mengatakan bahwa Fuji cukup terpukul dengan tindakan yang dilakukan mantan karyawannya.
Terlebih, ia selama ini memperlakukan mereka dengan sangat baik, bahkan menganggap sudah seperti keluarga.
Sebagai orang tua, kedua orang tua Fuji berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi sang anak untuk lebih berhati-hati dalam memilih orang kepercayaan.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni