RADARTUBAN- Banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh dan Sumatra, menimbulkan rasa keprihatinan dari banyak pihak, salah satunya penyanyi dangdut Inul Daratista.
Dalam sebuah unggahannya di akun instagram pribadinya, Inul meunggah kembali sebuah video pidato Gubernur Aceh yang membahas situasi darurat di wilayah tersebut.
Dalam unggahan tersebut, Inul menuliskan rasa belasungkawa sekaligus meluapkan emosinya terhadap perilaku dari para pejabat dan politisi yang hanya menjadikan musibah tersebut sebagai tempat pencitraan.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga kita di Aceh dan bagian Sumatra yang lain, ya Allah.. enggak bisa berkata-kata. Dari kemarin-kemarin lihat begini kepikiran, banyak sekali bencana," tulis Inul Daratista.
Ungkapan belasungkawa tersebut berubah menjadi kalimat dengan intonasi tajam, ketika Inul mulai menyinggunh respons dari pihak-pihak tertentu atas musibah tersebut.
"Sedangkan yang lain dengan keadaan begini mulai pada pencitraan semua!! Preeetttlah!!!" tulis Inul dengan nada ketus.
Istri Adam Suseno tersebut juga menyoroti kasus korupsi serta adanya kesenjangan sosial yang mengakibatkan mundurnya penanganan suatu masalah di dalam negeri.
"Sampai 1000 tahun enggak akan bisa maju. Kemunduran yang terjadi, pada korupsi memperkaya diri. Yang kaya makin kaya, yang miskin sampai ke matek-matekan," lanjut Inul menohok.
Inul juga menyentil kehadiran beberapa tokoh politisi yang hanya datang untuk melakukan dokumentasi saja, menurutnya musibah darurat yang tengah dialami Ache dan Sumatra saat ini yang dibutuhkan hanyalah aksi nyata yang gesit.
"Mulai banyak yang pencitraan turun lapangan, harusnya langsung action... Dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit. Bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto ampun dah ah!!" tegas Inul.
Dalam tulisannya tersebut sangat terasa bahwa Inul merasa jengah dengan pihak-pihak tertentu yang terkesan lepas tangan saat situasi negeri tengah memburuk.
Seperti yang publik ketahui, wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, saat ini tengah dikepung banjir bandang hidrometeorologi sejak akhir November 2025.
Bencana tersebut mengakibatkan ribuan rumah, dan fasilitas umum terendam hingga akses jalan lumpuh total akibat longsor. Ribuan warga mengungsi dengan kondisi yang tampak sangat memprihatinkan.
Sementara itu, ratusan jiwa dinyatakan meninggal dunia, dan hilang.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni