RADARTUBAN- Aktris Dian Sastrowardoyo kembali membintangi film Laut Bercerita, jika di cerita pendek ia memerankan karakter Anjani, di cerita panjangnya ia akan memerankan karakter Kinanti.
Dian Sastrowardoyo kembali bermain bersama Reza Rahadian, setelah sebelumnya sama-sama membintangi film Laut Bercerita versi cerita pendek.
Reza Rahadian tetap memerankan karakter utama yakni Biru Laut.
Sejak perilisan para pemeran di film tersebut, publik langsung menyoroti keberadaan Dian Sastrowardoyo.
Publik menilai Dian Sastrowardoyo merupakan istri dari keluarga Maulana Indraguna dari 'klan' Sutowo. Salah satu koruptor pada era Orba.
Pada era Orde Baru, kakek mertua Dian Sastrowardoyo, Ibu Sutowo banyak dikenal publik sebagai salah satu penyebab kebangkrutan pertamina pada masa itu.
Ibu Sutowo sendiri tak mendapatkan hukuman, setelah membuat pertamina memiliki hutang sebesar US$10,5 miliar.
Tak hanya membuat Pertamina bangkrut, Ibnu Sutowo juga terlibat pemerasan serta penipuan di sejumlah perusahaan di Amerika Serikat sekitar US$1,2 juta.
Tak hanya tentang Ibnu Sutowo, publik juga menyoroti permasalahan yang sempat menghebohkan Indonesia terkait adanya dugaan hubungan terlarang serta pembunuhan yang dilakukan oleh ayah mertua Dian Sastrowardoyo, Adiguna Sutowo.
Keterlibatan Dian Sastrowardoyo dalam film tersebut banyak di kritik publik, karena film tersebut banyak mengkritisi Orde Baru.
Sedangkan keluarga suami Dian Sastrowardoyo terlibat dalam permasalahan Orde Baru.
Sehingga publik mempertanyakan pemilihan Dian Sastrowardoyo sebagai salah satu pemeran dalam cerita tersebut.
Tak sedikit yang bertanya apakah dunia perfilman tidak memiliki pemeran lain yang cocok untuk memerankan karakter Kinanti, selain Dian Sastrowardoyo.
Namun banyak pula yang membela Dian Sastrowardoyo, beberapa mengatakan pihak produksi film memilih Dian Sastrowardoyo karena dianggap "paling aman" dalam memerankan sebuah film yang menceritakan sejarah kelam Indonesia.
Banyak juga yang mempertanyakan keberanian PH tersebut untuk dapat mencari aktris lain, mengingat PH tersebut adalah milik Tempo, yang dikenal dengan backing-an paling kuat.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni