RADARTUBAN — Penyanyi sekaligus aktris Maudy Ayunda kembali menjadi pusat perhatian publik.
Namun kali ini, sorotan tersebut bukan datang dari karya musik atau pencapaian akademiknya, melainkan kritik keras warganet terkait sikap diamnya atas bencana banjir besar yang melanda Sumatra.
Dinilai Kurang Peka karena Status Awardee LPDP
Beberapa hari terakhir, media sosial dipenuhi komentar pedas yang menilai Maudy Ayunda bersikap tone deaf—alias tidak peka—karena tidak langsung menunjukkan dukungan maupun empati secara terbuka.
Sebagian warganet kemudian mengaitkannya dengan status Maudy sebagai awardee LPDP, beasiswa pendidikan tinggi yang bersumber dari dana publik.
Menurut mereka, sebagai penerima manfaat dari uang negara, Maudy seharusnya lebih responsif, terutama dalam isu kemanusiaan yang menyangkut banyak warga.
Jawaban Maudy: Tampilkan Program Adopsi Hutan dan Rencana Reforestasi Sumatra
Menanggapi derasnya kritik tersebut, Maudy akhirnya buka suara melalui akun brand kecantikannya, From This Island.
Ia membagikan rangkaian dokumentasi mengenai program adopsi hutan yang dijalankannya lebih dulu di Kalimantan Barat, sekaligus penjelasan mendetail mengenai degradasi ekosistem yang memperparah risiko bencana di banyak wilayah Indonesia.
Maudy menuliskan bahwa awal tahun ini ia bersama tim turun langsung ke Sintang, Kalimantan Barat, untuk melihat dampak penyusutan hutan secara nyata.
Mereka berdialog dengan komunitas lokal, menyaksikan proses deforestasi, dan mengamati tekanan besar yang dialami hutan akibat alih fungsi lahan.
“Melihat apa yang terjadi di Sumatra sekarang, kita belajar bahwa inilah konsekuensi ketika ekosistem terus-menerus mengalami tekanan. Ini bukan hanya isu lingkungan—ini adalah persoalan kemanusiaan,” tulis Maudy dalam unggahannya.
Lewat postingan yang sama, ia mengumumkan bahwa program reforestasi dan pemulihan lingkungan yang sebelumnya berfokus di Kalimantan akan diperluas hingga ke wilayah Sumatra.
Doa untuk Korban dan Penegasan Komitmen Jangka Panjang
Selain memberikan penjelasan mengenai akar masalah lingkungan, Maudy Ayunda turut menyampaikan doa dan harapannya agar Indonesia segera pulih dari bencana banjir yang menghantam ribuan warga.
Unggahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kontribusinya tidak hanya berupa respons cepat di media sosial, tetapi melalui program jangka panjang yang menyasar akar persoalan, yakni kerusakan ekosistem.
Respons Publik: Ada yang Memuji, Ada yang Menilai Terlambat
Meski sebagian warganet mulai memahami niat dan langkah Maudy yang lebih strategis, kritik tetap muncul.
Beberapa menganggap pernyataan itu sebagai respons elegan ala figur publik, namun tetap menilai waktunya terlambat untuk meredam anggapan bahwa Maudy kurang peka di awal bencana.
Kendati demikian, banyak pula yang menyambut positif upaya reforestasi yang akan digarap di Sumatra dan menilai langkah Maudy sebagai bentuk kontribusi nyata yang tidak hanya berhenti di permukaan isu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni