RADARTUBAN – Media sosial kembali dihebohkan dengan kabar menggemparkan yang menyeret nama komika Pandji Pragiwaksono.
Sebuah akun media berbayar mempublikasikan konten clickbait yang mengklaim Pandji tengah babak belur hingga ditangkap pihak kepolisian.
Tak berhenti di situ, akun tersebut menambahkan narasi dramatis seperti “Karier di ujung tanduk” dan “Reputasi hancur dalam sekejap.”
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Siap Jalani Hukum Adat dan Negara, Usai Candaan Soal Toraja Tuai Polemik
Pandji Klarifikasi: “Meresahkan Sekali”
Mengetahui namanya tiba-tiba viral dengan kabar yang tidak benar, Pandji langsung buka suara melalui akun X pribadinya pada Rabu (3/12).
Ia menegaskan kondisi dirinya baik-baik saja dan tidak mengalami kejadian seperti yang diberitakan.
“Meresahkan sekali,” tulis Pandji singkat, menandakan rasa kesalnya terhadap informasi bohong tersebut.
Konten yang beredar diduga kuat dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), memanipulasi visual dan narasi agar tampak dramatis.
Namun dalam realitasnya, Pandji tidak pernah mengalami tindak kekerasan ataupun dibawa oleh pihak berwajib.
Bukan Kali Pertama Jadi Korban Hoaks
Ini bukan kali pertama Pandji menjadi korban pemberitaan palsu. Sebelumnya, ia sempat diisukan turut mempromosikan situs judi online. Setelah ditelusuri, konten itu dipastikan hoaks dan dibuat tanpa keterlibatan dirinya.
Karier Pandji sebagai komika dan publik figur memang membuatnya beberapa kali terseret polemik.
Materi stand up comedy-nya tentang budaya Toraja pernah dianggap menyinggung dan berbau SARA, hingga menimbulkan laporan polisi dari Aliansi Pemuda Toraja.
Meski demikian, ia selalu menegaskan bahwa materinya bertujuan untuk mengkritik fenomena sosial, bukan menyerang kelompok tertentu.
Tegaskan Kritik Bukan Serangan Pribadi
Di luar dunia hiburan, Pandji dikenal aktif menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan kritiknya selalu diarahkan pada kebijakan, bukan individu maupun institusi tertentu.
Pandji menyebut bahwa ia tidak memiliki niat jahat dalam menyampaikan materi komedi yang bernuansa kritik.
Sebaliknya, ia menilai komedi merupakan ruang diskusi publik yang sah dan sehat selama dilakukan dengan konteks yang tepat.
Imbau Publik Waspadai Manipulasi AI
Kasus kabar bohong ini menjadi pengingat bagi publik untuk lebih waspada terhadap konten digital, terutama dengan semakin mudahnya manipulasi visual berbasis kecerdasan buatan.
Pandji berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada unggahan yang belum diverifikasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni