RADARTUBAN-Aktor Fedi Nuril kembali keluarkan sentilan tajam terhadap pemerintah.
Sebagai salah satu publik figure yang frontal dalam memberikan kritikan terhadap pemerintah, Fedi Nuril turut menyoroti bencana alam banjir yang mengepung wilayah Sumatra.
Ia mengaku turut prihatin dengan kondisi warga yang saat ini terdampak bencana banjir tersebut, terlebih bencana banjir tersebut mengepung beberapa provinsi sekaligus.
Ditengah kesibukannya Fedi Nuril, memberikan kritikan sekaligus pesan menohok kepada pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan terhadap prioritas penanganan seluruh korban terdampak.
"Ya, saya tentu turut berdukacita atas yang dialami korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Semoga pemerintah kita bergerak cepat untuk membantu mereka, untuk merehabilitasi korban sehingga keadaan kembali normal," ucap Fedi Nuril.
Dalam kesempatan yang sama bintang film Qorin 2 tersebut juga menyampaikan kritiknya soal manuver politik yang terus bergulir di tengah bencana alam yang membuat kondisi Sumatra dan Aceh sangat krisis.
Secara spesifik ia menyebut wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) via DPRD, menurut bintang film Pangku tersebut, wacana tersebut sangat tidak etis dibahas ketika banyak rakyat yang sedang menderita.
"Dan stop ngomongin pilkada dilakukan oleh DPRD deh, enggak momennya," ujar Fedi Nuril.
Mekanisme pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD merupakan usulan dari Bahlil saat HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan pada 5 Desember 2025, yang dihadiri juga oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Presiden Prabowo sendiri setuju dan akan mempertimbangkan usulan tersebut, karena menurutnya akan menghemat anggaran.
Seperti diketahui menjelang akhir tahun saat ini, wilayah Sumatra dikepung bencana alam hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor terparah.
Bencana tersebut melumpuhkan seluruh aktivitas warga di sejumlah titik yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ribuan jiwa terpaksa harus mengungsi di tengah keterbatasan logistik. Keberanian Fedi Nuril dalam bersuara seolah mewakili keresahan yang dirasakan oleh publik.
Dimana saat ini publik berharap pemerintah dapat memprioritaskan keselamatan manusia diatas kepentingan politik.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni