RADARTUBAN - Penyanyi berbakat jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, Rony Parulian, mengungkap sisi perjalanan hidup dan kariernya yang jarang diketahui publik.
Di balik karakter vokal rock yang kuat dan penampilannya yang penuh energi di atas panggung, Rony menyimpan kisah perjuangan panjang, termasuk pengalaman nyaris meninggalkan dunia musik dan memilih bekerja sebagai kernet Transjakarta.
Kisah tersebut disampaikan Rony dalam wawancara mendalam di program “Kejar Setoran” yang tayang di kanal YouTube Tuah Kreasi, dipandu oleh komika Praz Teguh.
Dalam perbincangan tersebut, Rony tidak hanya berbagi cerita soal karier, tetapi juga membongkar proses mental, filosofi hidup, hingga momen spiritual yang membentuk dirinya.
Rony mengungkapkan bahwa kecintaannya pada musik telah tumbuh sejak usia dini.
Ia tercatat pernah mengikuti berbagai ajang pencarian bakat, mulai dari Idola Cilik hingga tiga kali mencoba peruntungan di Indonesian Idol.
Namun, perjalanan tersebut dipenuhi penolakan dan kritik tajam yang sempat mengguncang kepercayaan dirinya.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat audisi Indonesian Idol musim ke-10.
Rony mengaku mendapatkan kritik pedas dari salah satu juri, Bunda Maya, yang menyebut bahwa jiwanya dinilai tidak cocok membawakan musik rock.
Alih-alih menyerah, kritik tersebut justru menjadi pemicu terbesar dalam hidupnya.“Omongan itu jadi cambuk besar buat saya,” ujar Rony.
Sejak saat itu, ia mulai mempelajari musik rock secara lebih mendalam, tidak hanya dari sisi teknik vokal, tetapi juga nilai dan filosofi di baliknya.
Menurut Rony, rock bukan sekadar gaya berpakaian atau tampilan luar, melainkan sebuah sikap dan karakter.
Filosofi “rock is attitude” inilah yang kemudian membentuk identitas bermusiknya hingga akhirnya ia berhasil melangkah jauh dan mencuri perhatian publik di Indonesian Idol musim ke-12.
Namun, sebelum titik tersebut tercapai, Rony sempat berada di fase paling sulit dalam hidupnya. Ia mengaku kebingungan menentukan arah masa depan dan hampir menyerah pada dunia musik.
Dalam kondisi tersebut, Rony bahkan sempat melamar pekerjaan dan hampir diterima sebagai kernet Transjakarta.
“Waktu itu saya bingung mau kerja apa. Akhirnya ngelamar Transjakarta, dan kebetulan barengan sama audisi Idol,” tuturnya.
Tak disangka, panggilan kerja tersebut datang bersamaan dengan pengumuman kelolosannya di Indonesian Idol.
Rony pun dihadapkan pada pilihan besar yang menentukan masa depannya. Ia akhirnya memutuskan meninggalkan peluang kerja tersebut demi memperjuangkan mimpi di dunia musik, sebuah keputusan yang kini terbukti mengubah hidupnya.
Saat ini, Rony Parulian tengah fokus memperkuat kariernya pasca-Idol.
Pelantun lagu “Tak Ada Ujungnya” ini mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempersiapkan album penuh yang ditargetkan rilis dalam waktu dekat.
Ia mengklaim telah memiliki puluhan materi lagu yang siap diseleksi untuk album debutnya.
Selain perjalanan karier, Rony juga membagikan sisi personal yang jarang terungkap.
Ia memiliki kebiasaan mengonsumsi kencur sebelum manggung untuk menjaga kualitas suara, refleks melempar stand mic ke belakang panggung saat tampil, hingga harapan memiliki pasangan hidup dari kalangan non-seniman demi keseimbangan hidup.
Kini, Rony menikmati fase baru dalam hidup dan kariernya, termasuk kebersamaan dengan rekan-rekannya di Indonesian Idol yang dikenal dengan sebutan Panaroma:Paul, Nabila, Rony, dan Salma, yang chemistry-nya terbangun secara alami selama kompetisi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni