RADARTUBAN – Mantan anggota AOA sekaligus aktris Korea Selatan, Kwon Mina, membagikan pengalaman pahit yang ia alami setelah menjalani prosedur perawatan kulit.
Alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, Mina justru mengalami luka bakar serius yang meninggalkan trauma mendalam.
Unggahan Panjang Kwon Mina di Media Sosial
Pada 8 Januari 2026, Kwon Mina mengunggah curahan hati panjang melalui akun Instagram pribadinya, @new.kma.
Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan pengalaman mengejutkan saat menjalani prosedur pengencangan kulit di sebuah klinik kecantikan.
Prosedur tersebut disebut memerlukan penggunaan obat penenang serta ratusan suntikan di wajahnya.
Luka Bakar Tingkat Dua Usai Prosedur
Namun kenyataan yang dialami Mina jauh dari ekspektasi. Setelah terbangun dari prosedur, ia merasakan nyeri menusuk di wajahnya.
Rasa sakit tersebut kemudian diketahui sebagai luka bakar tingkat dua, yang tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga luka emosional.
Kondisi Kulit Wajah yang Mengkhawatirkan
Mina mengungkapkan secara detail kondisi wajahnya pasca prosedur. Kulit wajahnya terkelupas, muncul lepuhan, serta keluar cairan dari area luka bakar.
“Kulit saya terkelupas lapis demi lapis akibat luka bakar, melengkung ke atas, dan ada cairan yang keluar serta lepuhan. Itu sangat mengerikan,” tulis Mina dengan jujur.
Foto Luka Bakar Dibagikan ke Publik
Selain tulisan, Kwon Mina juga membagikan foto kondisi wajah dan lehernya yang tampak memerah dan melepuh.
Gambar tersebut menunjukkan dampak serius dari prosedur perawatan kulit yang ia jalani, sekaligus menjadi peringatan akan risiko yang mungkin terjadi.
Trauma Psikologis dan Serangan Panik
Tak hanya luka fisik, Mina mengaku mengalami trauma psikologis setelah insiden tersebut.
Ia bahkan mengalami serangan panik yang membuat proses pemulihannya semakin sulit.
Momen Haru Bersama Sang Ibu
Salah satu bagian paling menyentuh dari pengakuan Mina adalah saat ia melihat sang ibu menangis ketika menyaksikan kondisi wajahnya.
Dengan perasaan bersalah, Mina juga meminta maaf karena harus membatalkan atau menunda sejumlah aktivitas dan jadwal kerja yang telah direncanakan sebelumnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni