Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengakuan Emosional Lucinta Luna: 10 Tahun Tak Salat, Kini Ingin Kembali ke Kodrat

Nadia Nur Riyadotul Aicha • Selasa, 7 April 2026 | 19:54 WIB
Lucinta Luna buka suara soal tekanan netizen dan pengakuan 10 tahun tak salat. (Tangkapan layar media sosial)
Lucinta Luna buka suara soal tekanan netizen dan pengakuan 10 tahun tak salat. (Tangkapan layar media sosial)

RADARTUBAN – Selebritas kontroversial Lucinta Luna kembali mencuri perhatian publik melalui pengakuan emosionalnya di kanal YouTube C8 Podcast dalam program "Butik Haji Igun".

Di hadapan Ivan Gunawan, sosok yang akrab disapa Luna ini mengaku sangat lelah karena selama ini merasa hanya menjadi "robot" yang harus mengikuti kemauan netizen demi eksistensi.

Momen Bergetar: Kembali Bersujud Setelah Satu Dekade

Luna membuat pernyataan mengejutkan mengenai kehidupan spiritualnya dengan mengaku telah melewati masa sepuluh tahun tanpa menjalankan ibadah salat.

Ia menjelaskan bahwa momen Idul Fitri tahun ini menjadi titik balik yang sangat menggetarkan hati karena dirinya akhirnya memberanikan diri kembali bersujud kepada Sang Pencipta.

Baca Juga: Gebby Vesta Bongkar Motif Dendam di Balik Kasus Lucinta Luna dan Isa Zega

"Aku tuh sudah 10 tahun nggak pernah salat, dan kemarin pas Idul Fitri aku memberanikan diri salat di barisan laki-laki sesuai kodrat," ungkapnya dengan suara bergetar.

Momen takbiratul ihram menjadi bagian yang paling emosional baginya hingga ia tak kuasa menahan tangis saat melafalkan asma Tuhan berkali-kali.

Lelah Menjadi ‘Tahanan’ Ekspektasi Netizen

Lucinta tidak menampik bahwa tekanan sosial di Indonesia sangat besar, terutama terkait status legalitasnya yang sering kali tetap dihakimi oleh kuasa netizen.

Tekanan tersebut membuatnya sering merasa tidak tenang dan menangis setiap malam akibat komentar-komentar pedas yang terus memantau setiap gerak-geriknya.

Ia merasa hidupnya selama ini terlalu banyak diatur oleh ekspektasi orang lain hingga dirinya merasa kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri.

Pesan Terakhir: Ingin Dimakamkan Sebagai Muhammad Fatah

Meski telah menjalani lebih dari 30 kali prosedur operasi plastik, Luna kini mulai menyadari bahwa hakikat kesempurnaan sejati hanyalah milik Tuhan.

Secara tegas, ia mengungkapkan telah menitipkan pesan terakhir agar kelak jika ajal menjemput, dirinya dimakamkan sesuai dengan kodrat aslinya sebagai laki-laki.

Ia meminta agar identitas yang tertera di nisan nantinya menggunakan nama lahir pemberian orang tuanya, yaitu Muhammad Fatah bin Munta.

Rencana Hijrah ke Korea Demi Ketenangan Batin

Demi mendapatkan kedamaian hidup yang jauh dari hiruk-pikuk drama, Luna berencana untuk pindah ke Korea Selatan guna fokus meningkatkan kualitas diri dan belajar bahasa.

Ivan Gunawan pun memberikan dukungan penuh dengan berpesan agar Luna tidak perlu lagi berusaha menyenangkan semua orang dan mulai belajar mencintai batinnya sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kodrat #hijrah #lucinta luna #korea #idul fitri