Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aktor Legendaris Harry De Fretes Jualan Bubur Ayam: Dari Saldo ATM Sisa Rp 40 ribu Hingga Bangkit Lewat Boim Chicken 

Adinda Dwi Wahyuni • Rabu, 15 April 2026 | 12:08 WIB
Harrydefrete sosok yang dikenal sebagai artis senior, presenter, pelawak, sekaligus pengusaha yang sudah melewati banyak fase hidup.(Instagram.com/harrydefretes)
Harrydefrete sosok yang dikenal sebagai artis senior, presenter, pelawak, sekaligus pengusaha yang sudah melewati banyak fase hidup.(Instagram.com/harrydefretes)

RADARTUBAN – Dunia hiburan tanah air memang penuh dengan ketidakpastian. Hal ini dirasakan betul oleh aktor senior Harry de Fretes.

Nama yang melambung lewat grup komedi Lenong Rumpi ini baru-baru ini membagikan kisah inspiratif sekaligus memilukan tentang titik terendah dalam hidupnya yang membawa dirinya banting stir menjadi penjual bubur ayam.

Titik Terendah saat Pandemi: Saldo Sisa Rp 40 Ribu

Kondisi ekonomi Harry mulai goyah saat pandemi Covid-19 melanda.

Sepinya tawaran syuting selama hampir satu setengah tahun membuat tabungannya terus tergerus untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup yang tetap berjalan.

Harry menceritakan momen dramatis saat ia memeriksa saldo di mesin ATM dan mendapati angka yang mengejutkan.

"Begitu cek saldo, bunyi 'ting' dan angkanya cuma Rp 40.000. Saya langsung tersentak, ini gimana selanjutnya?" ungkap Harry dalam sebuah sesi bincang-bincang di kanal YouTube Kasisolusi.

Ia bahkan berkelakar bahwa jumlah tersebut terancam habis hanya untuk biaya administrasi bank.

Inspirasi dari Agenda Resep Sang Ibu

Kepepet oleh keadaan, Harry mendapatkan tawaran untuk mengisi sebuah unit (stand) di food court Taman Tirta Dahayu, Jagakarsa.

Tanpa persiapan matang, ia secara spontan mengusulkan untuk berjualan bubur ayam, meski saat itu ia belum tahu cara membuatnya.

Baca Juga: Dari Jualan Keliling ke Kuliner Favorit, Ayam Panggang Bu Setu Berkembang Bersama BRI

Jalan keluar muncul saat Harry berkunjung ke rumah sang ibu. Di sebuah lemari tua berisi dokumen masa kecil, ia menemukan sebuah agenda merah usang. 

Agenda tersebut ternyata berisi catatan resep katering sang ibu dari masa lalu, termasuk resep rahasia bubur ayam dan kaldunya. Resep warisan inilah yang kemudian menjadi pondasi bisnis kulinernya yang diberi nama Boim Chicken.

Modal dari Syuting Series dan Strategi Bagi Hasil

Untuk memulai usahanya, Harry mendapatkan bantuan tak terduga berupa tawaran main dalam sebuah serial (series) OTT.

Honor dari proyek tersebut ia gunakan untuk membeli perlengkapan dapur seperti kompor, rice cooker, dan peralatan makan.

Guna menekan biaya operasional di masa awal, Harry memilih lokasi yang menggunakan sistem profit sharing atau bagi hasil, sehingga ia tidak terbebani biaya sewa tempat di muka yang biasanya sangat tinggi di Jakarta.

Turun Tangan Langsung di Dapur

Meski menyandang status sebagai artis legendaris, Harry tidak malu untuk terjun langsung. Mulai dari meracik bumbu, memasak bubur di dapur, hingga mengantarkan pesanan ke meja pelanggan dilakukannya sendiri.

Baginya, rasa bubur sangat bergantung pada "tangan" pembuatnya, sehingga ia masih memegang kendali penuh atas kualitas rasa di Boim Chicken.

"Dunia hiburan ada masanya, tapi pengusaha tidak mengenal umur. Yang penting adalah time management agar kedepannya jika ada tawaran akting lagi, usaha tetap bisa berjalan," pungkasnya.

Kini, setelah berjalan sekitar empat bulan, usahanya mulai menunjukkan progres positif dengan pelanggan yang mulai mengenal kelezatan bubur ayam racikannya.  (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Harry de Fretes #aktor #usaha #jualan