RADARTUBAN – Pasangan selebriti Raditya Dika dan Anisa Azizah baru-baru ini blak-blakan mengungkap sisi lain kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan keunikan dan drama yang jarang diketahui publik.
Melalui sesi bincang santai bertajuk AZ Talks, sang komika mengakui bahwa dirinya baru menyadari banyak detail kecil mengenai istrinya setelah bertahun-tahun hidup bersama dalam ikatan pernikahan.
Kilas Balik Kelahiran di Jalanan
Fakta yang paling mencengangkan dalam obrolan tersebut adalah pengakuan Anisa Azizah yang ternyata lahir di dalam mobil saat sang ibunda sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit di Bengkulu.
Kejadian dramatis tersebut menggambarkan betapa cepatnya proses persalinan sang ibunda kala itu, hingga Raditya Dika berseloroh bahwa sifat kompetitif istrinya mungkin sudah muncul sejak lahir.
Baca Juga: Perjalanan Raditya Dika: Viral Pertama, Filosofi Bodo Amat, hingga Ketakutan Terbesar di Usia 40
Anisa Azizah pun sempat tak kuasa menahan rasa haru saat mengungkapkan ketakutan terbesarnya jika kelak anak-anak mereka sudah dewasa dan mulai memiliki kesibukan sendiri.
"Aku takut banget ketika mereka dewasa nanti, aku akan sulit menemukan waktu untuk itu karena mereka punya kesibukan sendiri," ungkap Anisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Ritual Unik di Meja Makan
Beralih ke urusan domestik, Radit mengungkap bahwa ia sangat hafal dengan ritual unik sang istri yang selalu melotot dan bergumam puas jika menemukan makanan yang sesuai dengan lidahnya.
Sebaliknya, sang istri juga sudah sangat memahami kebiasaan Radit yang memiliki bunyi vokal berbeda saat menyantap makanan, tergantung pada suhu panas atau dingin hidangan tersebut.
Dukungan Karier dan Tantangan Baru
Di balik keharmonisan tersebut, Radit ternyata menjadi sosok kunci yang selalu mendorong Anisa untuk keluar dari zona nyaman, termasuk saat memulai karier di bidang podcasting.
Dukungan penuh dari sang suami kini membuahkan hasil dengan keberanian Anisa mengelola program sendiri, meski dulunya ia sering merasa gugup dan keringat dingin saat harus berbicara di depan publik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni