RADARTUBAN – Beauty influencer nomor satu di Asia Tenggara, Tasya Farasya, akhirnya buka suara terkait lika-liku kehidupannya yang jarang tersorot kamera melalui kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Pahitnya Perceraian dan Titik Terendah
Tasya mengakui bahwa perceraian setelah menjalani hubungan selama 14 tahun merupakan salah satu momen terberat sekaligus titik terendah yang meninggalkan luka mendalam terkait kepercayaan.
Ia memilih untuk tetap teguh pada keputusannya karena menganggap pondasi utama hubungan adalah kepercayaan yang tidak bisa dibeli, meski banyak netizen yang mengharapkan dirinya untuk rujuk.
"Mungkin waktu perceraian tuh salah satu titik terendah; sakit sih Kak, kecewa yang syok gitu," ungkap Tasya dengan nada getir namun tetap tegar.
Belajar Mandiri dari Sang Ibu
Ketangguhan Tasya dalam membentuk kemandirian sejak dini ternyata sangat terinspirasi oleh sosok sang ibu, Bu Ala, yang berhasil membesarkan empat anak perempuan sebagai single parent.
Meskipun berasal dari keluarga berkecukupan, ia sudah terbiasa mencari uang sendiri sejak SMA hingga kini sukses membangun kerajaan bisnis mulai dari MOP Beauty hingga fasilitas olahraga padel.
Review Jujur dan 'Sombong' Denny Sumargo
Dalam sesi yang santai, Tasya secara profesional membedah kandungan produk pembersih wajah milik Denny Sumargo yang bernama 'Sombong' dengan menyoroti bahan seperti Niacinamide hingga Ceramide.
Ia menegaskan komitmennya untuk bersikap selektif terhadap setiap kerja sama produk, bahkan tidak segan mengembalikan uang kontrak jika kualitas produk yang diuji tidak konsisten atau di bawah standar.
"Aku janji aku akan lebih spesifik lagi memilih brand harus ada hasil labnya, harus dicoba dulu," tegasnya mengenai komitmen kejujuran dalam setiap konten.
Baca Juga: Gelapkan Uang Tasya Farasya Hingga Rp 35 Miliar, Ahmad Assegaf Hanya Ganti 10 Persen
Harapan untuk Masa Depan Anak
Menutup perbincangan, Tasya menyampaikan pesan menyentuh bahwa ia dan mantan suami berkomitmen penuh untuk menjalin komunikasi yang baik demi memastikan kedua buah hati mereka tidak merasakan dampak broken home.
Ia berharap di masa depan anak-anaknya dapat melihat bahwa kedua orang tuanya telah berjuang maksimal untuk menjaga dan membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang hingga dewasa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni