Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apakah Susu Paus Tercampur Air Laut? Ini Fakta Unik Cara Paus Menyusui Anaknya

Bihan Mokodompit • Senin, 15 Juni 2026 | 11:04 WIB
Ilustrasi Paus dan anaknya. (magnific.com/wirestock)
Ilustrasi Paus dan anaknya. (magnific.com/wirestock)

RADARTUBAN - Paus dikenal sebagai mamalia laut terbesar di dunia.

Namun, masih banyak orang penasaran tentang apakah susu paus tercampur air laut saat proses menyusui berlangsung.

Pertanyaan mengenai apakah susu paus tercampur air laut sering muncul karena paus hidup sepenuhnya di lautan.

Banyak orang membayangkan susu yang keluar dari tubuh induk paus akan langsung bercampur dengan air laut.

Baca Juga: SPPG Nutama Berkah Klarifikasi Kisruh MBG Pulogede, Bantah Susu Kedaluwarsa dan Tudingan Overload

Faktanya, proses menyusui pada paus memiliki mekanisme biologis yang sangat unik.

Sistem tersebut membuat susu tetap masuk ke mulut anak paus tanpa banyak tercampur air laut.

Cara Paus Menyusui di Dalam Laut

Berbeda dengan mamalia darat, paus menyusui anaknya di bawah permukaan laut.

Meski demikian, susu paus tidak mudah larut begitu saja.

Induk paus memiliki otot khusus di area kelenjar susu.

Otot tersebut membantu menyemprotkan susu langsung ke mulut anak paus.

Karena itu, anak paus tidak perlu mengisap terlalu kuat seperti bayi manusia.

Proses paus menyusui juga berlangsung cepat.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko susu terbuang ke air laut.

Selain itu, posisi puting induk paus tersembunyi di lipatan tubuhnya.

Ketika anak paus mendekat, lipatan tersebut akan terbuka secara otomatis.

Sistem alami itu membuat proses menyusui menjadi lebih efisien.

Susu Paus Memiliki Tekstur Sangat Kental

Salah satu alasan utama susu paus tidak mudah tercampur air laut adalah teksturnya.

Susu paus memiliki konsistensi yang jauh lebih kental dibandingkan susu sapi.

Teksturnya bahkan disebut menyerupai pasta atau yoghurt cair.
Kandungan lemak dalam susu paus juga sangat tinggi.

Pada beberapa spesies, kadar lemaknya bisa mencapai 50 persen.

Kandungan tersebut membuat susu paus menjadi padat energi.

Energi tinggi itu dibutuhkan anak paus agar cepat tumbuh.

Selain membantu pertumbuhan, lemak tinggi juga menjaga suhu tubuh anak paus tetap hangat di laut dingin.

Para peneliti menyebut anak paus bisa mengalami kenaikan berat badan puluhan kilogram setiap hari.

Hal tersebut terjadi karena nutrisi dalam susu paus sangat melimpah.

Anak Paus Membutuhkan Nutrisi Besar

Ukuran tubuh paus yang sangat besar membuat kebutuhan nutrisi anak paus juga tinggi.

Karena itu, proses paus menyusui menjadi fase penting dalam pertumbuhan mereka.

Seekor anak paus biru misalnya, membutuhkan susu dalam jumlah besar setiap hari.

Induk paus biasanya akan terus mendampingi anaknya selama masa menyusui.

Hubungan antara induk dan anak paus juga sangat kuat.

Anak paus akan terus berenang di dekat tubuh induknya untuk mendapatkan perlindungan.

Selain dari predator, kedekatan tersebut membantu anak paus memperoleh akses susu lebih mudah.

Fakta Menarik Tentang Susu Paus

Banyak ilmuwan menyebut susu paus merupakan salah satu susu dengan kandungan lemak tertinggi di dunia mamalia.

Hal itu menjadi bentuk adaptasi alami terhadap kehidupan laut.

Pertanyaan apakah susu paus tercampur air laut akhirnya bisa dijelaskan melalui sistem biologis unik yang dimiliki mamalia laut tersebut.

Mulai dari tekstur susu yang sangat kental hingga mekanisme penyemprotan langsung ke mulut anak paus menjadi faktor penting.

Dengan sistem tersebut, susu paus tetap efektif menjadi sumber nutrisi utama bagi anak paus.

Fenomena paus menyusui juga menunjukkan bagaimana hewan laut memiliki kemampuan adaptasi luar biasa.

Tak heran jika kehidupan paus terus menjadi perhatian para ilmuwan hingga saat ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#susu paus #paus #air laut #menyusui