RADARTUBAN - Dunia tumbuh-tumbuhan selalu menyimpan keajaiban yang menakjubkan bagi sains.
Salah satu fenomena alam yang luar biasa ditemukan pada tumbuhan dari keluarga talas-talasan atau suku Araceae (seperti jenis bunga bangkai amorphophallus).
Berbeda dari flora pada umumnya yang berdarah dingin, tanaman ini diketahui memiliki kemampuan unik layaknya makhluk hidup berdarah panas karena sanggup memproduksi energi panasnya sendiri hingga mencapai suhu ekstrem 45 derajat Celcius.
Kemampuan menghasilkan panas mandiri ini secara ilmiah dikenal dengan istilah proses termogenesis.
Berdasarkan riset mendalam dari para ahli botani, proses metabolisme unik ini terjadi pada bagian tongkol bunga (spadiks) saat memasuki masa mekar sempurna.
Baca Juga: Bunga Bangkai Mekar di Jagakarsa, Warga Heboh dengan Bau Menyengat
Tanaman ini membakar cadangan karbohidrat dan asam lemak dalam jumlah besar secara cepat untuk melepaskan energi termal ke udara sekitar.
Hebatnya, panas tersebut diproduksi secara murni melalui reaksi kimia biologis tanpa bantuan organ hewani atau mesin buatan manusia.
Fungsi utama dari fenomena termogenesis ini adalah untuk bertahan hidup dan membantu proses reproduksi tanaman.
Suhu panas yang dihasilkan secara konstan berfungsi menyebarkan bau menyengat atau aroma busuk secara lebih luas ke udara guna memikat serangga penyerbuk, seperti kumbang dan lalat, dari jarak yang sangat jauh.
Selain itu, kehangatan yang dipancarkan juga menyediakan tempat perlindungan yang nyaman bagi serangga di malam hari, sehingga proses penyerbukan alami dapat berjalan dengan sukses. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni