RADARTUBAN - Dokter Richard Lee sempat pingsan saat menjalani masa terasing di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
Kuasa hukumnya, Faizal Hafied, mengatakan kondisi itu terjadi pada (10/7), ketika Richard menjalani proses penurunan dosis obat atau tapering secara mandiri di dalam lapas.
"Beliau ada taper obat sendiri katanya. Beliau menyampaikan, menceritakan ke kami, ada taper obat sendiri, akhirnya pingsan," Kata Faizal.
Ia menambahkan, penurunan dosis obat seharusnya dilakukan melalui perawatan rawat jalan di rumah sakit. Namun, kebutuhan medis tersebut disebut tidak dapat diakomodasi selama Richard masih ditahan di lapas.
"Karena memang katanya menurut cerita dari klien kami, harusnya perawatan beliau ini, penurunan dosis beliau ini biasanya diakomodir rawat jalan di rumah sakit. sehingga tidak bisa diakomodasi Lapas," tambahnya
Baca Juga: Dokter Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya Usai Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi
Faizal menjelaskan, peristiwa itu tidak terjadi pada saat konferensi, melainkan ketika Richard berada di dalam lapas. Menurut dia, kliennya sempat menyampaikan bahwa ia melakukan tapering obat sendiri, sebelum akhirnya pingsan.
Kondisi tersebut membuat pihak kuasa hukum mendesak kepada majelis hukum untuk mengecualikan agar Richard dapat menjalani perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan medisnya.
"Nah, oleh karenanya klien kami ini kemarin meminta agar penangguhannya bisa dikabulkan oleh majelis," Tuturnya.
Meski begitu, Faizal enggan memberkan secara rinci penyakit yang diderita Richard Lee. Ia menyebut penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan kliennya merupakan kewenangan dokter yang merawat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni