RADARTUBAN - Pernahkah Anda bertanya kenapa telur bentuknya oval bukan bulat meski bentuk bulat terlihat lebih simetris.
Pertanyaan tersebut ternyata memiliki jawaban ilmiah yang berkaitan dengan proses biologis, evolusi, dan struktur tubuh unggas.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa bentuk telur bukan terjadi secara kebetulan.
Bentuk tersebut merupakan hasil adaptasi selama jutaan tahun agar peluang embrio untuk bertahan hidup menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: Kecernaan Protein Telur Matang Lebih Tinggi, Ini Temuan Penelitian University Hospital Leuven
Oviduk Berperan Penting dalam Pembentukan Telur
Salah satu alasan kenapa telur bentuknya oval bukan bulat berkaitan langsung dengan fungsi oviduk pada sistem reproduksi unggas.
Oviduk merupakan saluran reproduksi tempat telur mengalami pembentukan sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh induk.
Di dalam oviduk, kuning telur akan bergerak secara perlahan sambil menerima lapisan putih telur, membran, hingga cangkang.
Selama perjalanan tersebut, kontraksi otot dan bentuk saluran reproduksi memberikan tekanan yang tidak sama pada setiap sisi telur.
Tekanan itulah yang membuat satu ujung telur menjadi lebih runcing, sedangkan ujung lainnya tetap lebih tumpul.
Karena proses tersebut, bentuk telur oval akhirnya terbentuk secara alami sebelum telur dikeluarkan.
Dengan demikian, fungsi oviduk menjadi salah satu faktor utama yang menentukan bentuk akhir sebuah telur.
Bentuk Oval Membantu Telur Lebih Aman
Selain dipengaruhi oleh proses pembentukan telur, bentuk oval juga memberikan keuntungan bagi unggas.
Telur yang benar-benar bulat lebih mudah menggelinding ke berbagai arah.
Sebaliknya, bentuk telur oval cenderung berputar membentuk lingkaran kecil ketika berada di permukaan miring. Karakteristik tersebut membantu telur tetap berada di sekitar sarang.
Keuntungan ini sangat penting bagi burung yang membuat sarang di tebing atau lokasi yang sempit.
Inilah salah satu alasan ilmiah kenapa telur bentuknya oval bukan bulat.
Struktur Oval Membuat Cangkang Lebih Kuat
Keunggulan lain dari bentuk telur oval adalah kekuatan cangkangnya.
Permukaan yang melengkung mampu mendistribusikan tekanan secara lebih merata.
Akibatnya, telur menjadi lebih tahan terhadap tekanan dari luar dibandingkan jika memiliki bentuk yang benar-benar bulat.
Meski terlihat rapuh, cangkang telur memiliki struktur yang sangat efisien untuk melindungi embrio.
Faktor tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan telur yang mendukung keberhasilan perkembangan calon anak unggas.
Evolusi Menentukan Bentuk Telur
Peneliti juga meyakini bahwa evolusi memiliki peran besar dalam membentuk karakteristik telur unggas.
Selama jutaan tahun, unggas dengan telur yang lebih aman memiliki peluang reproduksi yang lebih tinggi.
Proses seleksi alam kemudian mempertahankan karakteristik tersebut hingga sekarang.
Itulah sebabnya kenapa telur bentuknya oval bukan bulat tidak hanya dijelaskan melalui anatomi tubuh, tetapi juga melalui proses evolusi.
Menariknya, tidak semua spesies burung menghasilkan telur dengan tingkat keovalan yang sama.
Sebagian burung memiliki telur yang hampir bulat. Sebagian lainnya menghasilkan telur yang jauh lebih runcing pada salah satu ujungnya.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh habitat, cara berkembang biak, serta kebutuhan masing-masing spesies.
Jawaban atas pertanyaan kenapa telur bentuknya oval bukan bulat ternyata melibatkan berbagai faktor ilmiah.
Fungsi oviduk berperan dalam membentuk telur selama berada di saluran reproduksi.
Proses pembentukan telur menghasilkan tekanan yang membuat telur memiliki satu ujung yang lebih runcing.
Sementara itu, bentuk telur oval memberikan keuntungan berupa kekuatan cangkang yang lebih baik serta mengurangi risiko telur menggelinding jauh dari sarang.
Kombinasi antara anatomi tubuh dan proses evolusi inilah yang menjadikan bentuk oval sebagai desain alami yang paling efektif bagi sebagian besar spesies unggas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni