RADARTUBAN – Layanan berlangganan telah merambah ke berbagai aspek dalam era modern saat ini.
Jika dahulu orang-orang membayar untuk langganan majalah atau koran bulanan, kini modifikasi fitur langganan sudah banyak ditemui di perangkat lunak (software), layanan streaming, bahkan alat printing.
Dalam video berjudul “Subscriptions Are Ruining Our Lives. Here's Why They're Everywhere Now.” yang diunggah oleh More Perfect Union akan meneliti bagaimana rancunya sistem berlangganan saat ini.
Dalam video tersebut terdapat satu kasus yang melibatkan mesin cetak (printer) bermerk HP yang mengharuskan pemiliknya untuk tetap membayar walaupun katrij masih terisi penuh. Hal ini terjadi karena pengguna menghentikan langganan layanan pada HP Instant.
Hal ini dapat terjadi karena HP mengatur perangkat untuk tersambung pada internet dan mendeteksi pelanggan yang membatalkan layanannya dan mengunci katrij agar tidak dapat digunakan.
Baca Juga: Discord Meluncur di Meta Quest dengan Dukungan Voice Chat dan Streaming Gameplay
Fitur ini disebut dengan software tethering yaitu penggunaan perangkat lunak dan juga koneksi internet pada perangkat fisik guna mengatur akses pengguna.
Praktik serupa juga ditemukan pada kendaraan beroda empat; BMW yang mengharuskan penggunanya membayar bulanan untuk menggunakan kursi pemanas, dan Tesla yang dapat mengunci sistem navigasi dan juga streaming saat dibatalkan.
Menjamurnya layanan berlangganan berawal dari sebuah model bisnis bernama Service as a Service (SaaS) yang dipelopori oleh perusahaan teknologi dari Salesforce pada awal 2000-an, teknologi ini mulai diikuti oleh Microsoft, dan Adobe.
Dalam model bisnis ini konsumen tidak lagi membayar lisensi sekali seumur hidup namun membayar berkala dalam periode yang telah ditentukan.
Ungkapan narasi dari More Perfect Union mengatakan bahwa perusahaan jaman sekarang tidak lagi berjuang untuk memenangkan loyalitas pelanggan untuk mendapatkan pendapatan yang stabil dikarenakan adanya teknologi untuk mengunci fitur-fitur yang mereka berikan dan memaksa pelanggan untuk membayar langganan berkala untuk menggunakan fitur tersebut.
Model Saas memberikan pendapatan berulang yang stabil bagi perusahaan.
Namun, ketika model ini diterapkan pada barang-barang fisik yang telah dibeli seperti printer, dan juga mobil maka konsumen akan kehilangan kepemilikan sejati terhadap barang yang mereka miliki.
Fitur berlangganan pada model-model fisik ini mengaburkan batasan antara memiliki dan juga menyewa, ketika fitur yang ada dimatikan oleh produsen secara sepihak dalam jarak jauh maka kepemilikan konsumen juga akan terancam.
Ini merupakan tantangan bagi konsumen dan juga perusahaan di masa depan untuk mengembalikan batasan yang jelas pada kepemilikan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni