RADARTUBAN — Sutra teratai (lotus silk) diakui sebagai salah satu bahan tekstil paling langka, eksklusif, dan mahal di dunia.
Diproduksi dalam skala terbatas di beberapa negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Myanmar, dan Vietnam, kain alami ini hanya bisa dibuat oleh segelintir pengrajin terampil yang memiliki keahlian khusus.
Tingkat kesulitan produksi yang sangat tinggi serta proses pengerjaan yang memakan waktu lama membuat harga produk jadi dari sutra teratai dapat mencapai hingga 10 kali lipat dibandingkan sutra biasa, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Business Insider.
Proses pembuatan sutra teratai berbedasarkan tradisi pembuatan sutra konvensional.
Pada sutra biasa, serat dihasilkan oleh ulat sutra yang dipelihara dan diberi makan daun mulberry secara terus-menerus hingga membentuk kepompong.
Meskipun membutuhkan perawatan ekstra terhadap ulatnya, sebagian besar proses pembentukan benang sutra biasa dilakukan langsung oleh serangga tersebut.
Sebaliknya, pada sutra teratai, setiap helai benang halus harus diekstraksi dan diproses secara manual oleh tangan manusia dari batang bunga teratai.
Proses ekstraksi sutra teratai membutuhkan tingkat ketelitian dan kesabaran yang luar biasa. Setiap helai benang berasal dari bagian dalam batang bunga teratai yang dipetik langsung menggunakan tangan.
Di dalam setiap batang teratai, terdapat serat getah yang sangat tipis dan lengket. Pengrajin harus memotong batang, menarik serat halus tersebut, lalu menggulungnya di atas meja kayu hingga membentuk helai benang yang menyatu.
Proses ini harus dilakukan secara cepat dalam batas waktu 24 jam selagi batang masih dalam kondisi basah dan segar. Jika batang mengering, serat di dalamnya akan terputus dan tidak dapat digunakan lagi.
Keterbatasan masa panen tanaman teratai yang hanya berlangsung antara bulan April hingga Oktober setiap tahunnya semakin menambah kelangkaan bahan baku ini. Selain itu, benang mentah yang berhasil diekstraksi memiliki sifat yang sangat rapuh dan sensitif.
Tingkat kerumitan pengerjaan sutra teratai tecermin dari lamanya waktu produksi yang dibutuhkan. Untuk membuat satu syal sutra teratai berukuran kecil (sekitar 25 sentimeter), dibutuhkan waktu hingga dua bulan pekerjaan ekstraksi dan penenunan yang intensif.
Meskipun harganya tergolong sangat mahal, sutra teratai menawarkan karakteristik material yang tidak dimiliki oleh serat tekstil lainnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Asal Tuban Meninggal di Makkah, Sudah Siapkan Kain Kafan di Makkah
Kain sutra teratai memiliki kelembutan yang menyerupai sutra halus, daya serap udara dan kesegaran (breathability) seperti kain linen, serta memiliki tingkat elastisitas alami yang lembut.
Kombinasi kualitas mewah dan kelangkaan ini menjadikan produk sutra teratai sangat diminati oleh para wisatawan yang berburu suvenir langka, serta menarik perhatian rumah mode internasional yang mencari bahan baku mewah eksklusif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni