RADARTUBAN – Sebuah pengalaman mistis dan di luar nalar dialami oleh Pak Yana, mantan pekerja pabrik perajutan yang beralih profesi menjadi pengemudi ojek pangkalan sejak 2005 silam.
Demi melunasi utang yang mendesak, Yana rela bekerja hingga larut malam. Namun, usaha kerasnya mencari nafkah justru berujung pada serangkaian peristiwa gaib yang sulit dilupakan sepanjang hidupnya.
Melalui wawancara di kanal YouTube Lentera Malam, Yana membagikan kisahnya saat mengangkut tiga penumpang tak kasat mata dalam satu malam yang sama. Peristiwa itu bermula dari rasa janggal sejak sore hari, di mana ia kesulitan mendapatkan orderan.
Baca Juga: Misteri Lighthouse Madness, Sisi Kelam Dibalik Kegilaan Penjaga Mercusuar
"Hari itu banyak kejanggalan dan kena sial terus. Dari magrib sampai jam 12 malam tidak dapat penumpang sama sekali," ujar Pak Yana.
Penumpang Pertama: Berpakaian Rapi Menuju Pemakaman Tionghoa
Kejadian aneh pertama bermula saat seorang pria berusia sekitar 50 tahun, berpakaian rapi, dan berambut putih memanggil Yana dari depan gang dekat rumah sakit. Pria tersebut meminta diantarkan ke Santiong—kawasan pemakaman Tionghoa di Cimahi—dengan tarif Rp 10.000.
Selama perjalanan, Yana merasakan firasat buruk, rasa mual, serta bulu kuduk berdiri hebat. Usai mengantar penumpang ke area pemakaman, Yana kembali ke pangkalan.
Namun, rekan-rekan sesama pengojek justru dibuat heran. Mereka menyebut Yana sebelumnya terlihat berbicara sendiri lalu menyalakan sepeda motor dan melaju tanpa membawa siapa pun.
Penumpang Kedua: Berat Tanpa Wujud di Pemakaman Keluarga
Tak berselang lama, Yana kembali mendapatkan penumpang seorang pria berpakaian lusuh yang sempat ditolak pengemudi lain. Didorong rasa iba, Yana menawarkan diri untuk mengantarnya ke area pemakaman keluarga.
Firasat Aneh: Sepanjang jalan, laju sepeda motor terasa sangat berat padahal penumpangnya berbadan kurus.
Misteri Hilang: Sesampainya di lokasi tujuan, sosok tersebut raib seketika tanpa mengucap sepatah kata pun.
Penumpang Ketiga: Teror Wanita Berwajah Rata di Banceuy
Puncak teror terjadi saat Yana mengambil penumpang terakhir: seorang pemuda yang meminta diantar ke kawasan Banceuy, Bandung, dengan membayar ongkos Rp 50.000.
Saat memasuki gang sempit sesuai petunjuk, bau menyengat kombinasi kemenyan, bunga setaman, dan amis darah mulai tercium tajam. Ketika Yana menoleh ke belakang, sosok pemuda tersebut telah berubah menjadi wanita bergaun putih yang duduk membelakangi stang motor dengan wajah rata tanpa mata, hidung, maupun mulut.
Baca Juga: Penemuan Bola Logam Misterius di Kolombia Tanpa Sambungan, Simbol Kuno Picu Perdebatan Ilmiah Global
Seketika Yana pingsan akibat rasa takut yang luar biasa. Dia baru tersadar keesokan harinya setelah dibangunkan warga yang hendak pergi ke pasar.
Sejak peristiwa mencekam malam itu, sang istri melarang keras Yana beroperasi hingga larut malam. Yana diminta selalu pulang ke rumah paling lambat pukul 00.00 WIB, berapa pun hasil yang didapat hari itu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama