Dulu Mainan Anak, Kini Jadi Barang Koleksi Mahal: Mengapa Harga LEGO Melonjak?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Komponen Lego yang rumit sekarang bernilai ratusan dollar. (ISTIMEWA)
Komponen Lego yang rumit sekarang bernilai ratusan dollar. (ISTIMEWA)

RADARTUBAN — Dalam beberapa tahun terakhir, Lego telah berkembang dari sekadar mainan bongkar-pasang kayu dan plastik untuk anak-anak menjadi barang investasi bernilai tinggi.

Beberapa set Lego kolektor bahkan dijual dengan harga melampaui perangkat unggulan seperti iPhone 15, sementara set yang telah dihentikan produksinya (retired sets) serta minifigures langka diperdagangkan di pasar sekunder dengan nilai mencapai ribuan dolar AS.

Menganalisis transformasi ekonomi dan budaya ini, sebuah laporan komprehensif yang dikutip dari kanal YouTube Business Insider mengulas sejarah panjang perusahaan mainan asal Denmark tersebut, dinamika pasar kolektor dewasa, hingga alasan matematis di balik tingginya harga Lego modern.

Meskipun meraih sukses besar pada era 1970-an dan 1980-an, Lego mengalami krisis keuangan parah pada akhir 1990-an hingga 2003.

Baca Juga: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tuai Kritik, FIFA Digugat Terkait Dugaan Permainan Harga

Ekspansi yang terlalu luas ke area taman hiburan, barang dagangan, serta pembuatan set mainan dengan komponen sekali pakai yang tidak fleksibel memicu penurunan profitabilitas secara signifikan.

Titik balik terbesar perusahaan terjadi ketika pimpinan Lego mulai mengubah strategi dengan mendengarkan komunitas pengguna dewasa atau Adult Fans of Lego (AFOL).

Sebelumnya, pasar dewasa sempat diabaikan oleh jajaran manajemen. Namun, kehadiran komunitas internet dan pameran independen membuktikan adanya potensi pasar raksasa dari kalangan dewasa yang bersedia mengalokasikan anggaran besar untuk merakit set Lego yang rumit.

Lego kemudian memfokuskan kembali bisnis utamanya pada balok konstruksi, memangkas biaya operasional, dan mulai merancang produk skala besar khusus dewasa.

Peluncuran set Ultimate Collector's Series Millennium Falcon pada tahun 2007 seharga 500 dolar AS menjadi awal lahirnya era baru produk Lego bernilai tinggi dengan tingkat kerumitan tinggi.

​Meskipun masyarakat kerap terkejut saat melihat set Lego dengan label harga ratusan dolar di toko, analisis indikator Price per Piece (harga per balok) menunjukkan metrik yang berbeda.

Secara historis, rata-rata harga per balok Lego relatif stabil di angka sekitar 10 hingga 11 sen per balok selama dua dekade terakhir jika disesuaikan dengan inflasi. Faktor utama yang membuat harga akhir set Lego terasa jauh lebih mahal saat ini adalah ukuran dan kerumitannya.

Set Lego modern untuk segmen dewasa dirancang menggunakan ribuan komponen kecil mendalam demi menghasilkan detail struktur yang realistis.

Kenaikan harga set Lego di pasaran tidak serta-merta disebabkan oleh margin inflasi bahan baku semata, melainkan evolusi strategi bisnis Lego dalam melayani segmen pasar dewasa yang menginginkan kompleksitas dan kualitas tampilan tinggi.

Dengan mempertahankan sistem presisi antar-komponen dan memanfaatkan ekosistem pasar sekunder yang kuat, Lego berhasil mengubah balok plastik sederhana menjadi aset koleksi dan media kreativitas yang berkelanjutan lintas generasi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Business Insider
investasi mainan lego