RADARTUBAN — Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jadinya jika gugusan pulau tempat kita berdiri di tengah lautan ternyata bukanlah daratan mati, melainkan punggung dari sebuah makhluk hidup bersisik yang sedang tertidur?
Sensasi imajinatif inilah yang menjadi daya tarik utama ketika kita menyelami kisah keberadaan SCP-169, sang "Leviathan" raksasa yang mendiami samudra.
Untuk memahami bagaimana makhluk sebesar benua ini bisa ada, kita perlu mengenal terlebih dahulu wadah cerita yang melahirkannya.
SCP Foundation adalah sebuah proyek fiktif kolaboratif dan alam semesta rekaan (fictional universe) yang lahir dari komunitas penulisan kreatif di internet.
Baca Juga: Kreativitas dan Empati Anak Tumbuh Lewat Buku Cerita dan Literasi Fiksi
Dalam jagat cerita fiksi ini, SCP Foundation digambarkan sebagai organisasi rahasia global yang bertugas mengamankan (Secure), menampung (Contain), dan melindungi (Protect) berbagai hal aneh, monster, hingga fenomena supranatural yang tidak dapat dijelaskan oleh sains.
Seluruh entitas, karakter, dan peristiwa dalam lore SCP sepenuhnya merupakan karya fiksi ilmiah dan tidak ada di dunia nyata.
SCP-169: Si "Leviathan" Raksasa Lautan
Salah satu entitas fiktif yang paling menarik perhatian dalam jagat SCP adalah SCP-169, yang sering dijuluki "The Leviathan".
Dalam narasi rekaannya, SCP-169 dikisahkan sebagai makhluk arthropoda purba yang ukurannya sangat masif, yaitu diperkirakan memiliki panjang antara 2.000 hingga 8.000 kilometer.
Saking besarnya makhluk rekaan ini, punggungnya di permukaan Samudra Atlantik Selatan terlihat seperti gugusan kepulauan batu yang lengkap dengan ekosistem flora dan fauna di atasnya.
Kisah penanganan entitas ini dikemas secara seru dalam sebuah video animasi yang interaktif. Dikutip dari kanal YouTube SCP Explained - Story & Animation, alur cerita berfokus pada dinamika tim peneliti yang harus menghadapi situasi unik ketika makhluk raksasa ini mulai menunjukkan tanda-tanda bergerak dari tidur panjangnya.
Narasinya berpusat pada tokoh fiktif Dr. Hart dan tim khusus bernama MTF Gamma-6 (atau "Deep Feeders"), sebuah unit dalam cerita SCP yang dispesialisasi untuk melacak anomali laut dalam.
Dalam kisah ini, terdeteksi adanya peningkatan aktivitas gelombang suara dan getaran dari SCP-169. Karena ukuran tubuhnya yang begitu fantastis, pergerakan kecil saja dari makhluk ini disimulasikan bisa memicu gelombang pasang atau tsunami raksasa yang mengancam kawasan pesisir di berbagai belahan dunia.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, Dr. Hart bersama kru meluncurkan kapal selam canggih bernama Nemo-1 menuju kedalaman samudra.
Alih-alih bertarung secara fisik yang jelas tidak memungkinkan melawan makhluk sebesar benua, tim peneliti ini merancang solusi ilmiah fiktif yang sangat cerdas.
Mereka berencana memasang mesin pemancar zat kimia otomatis di sekitar organ pernapasan SCP-169 untuk menyuntikkan gas penenang (anestesi) agar sang Leviathan kembali tertidur nyenyak.
Proses pemasangan alat ini menjadi puncak ketegangan cerita. Para agen menggunakan kapal selam kecil untuk mengebor bagian exoskeleton tebal milik makhluk tersebut dan memasang peralatan khusus.
Meskipun sempat terjadi gangguan gelombang tekanan hebat yang mengguncang kapal dan membuat salah satu agen terlempar, Dr. Hart dan timnya berhasil melakukan tindakan penyelamatan yang heroik.
Gas penenang berhasil dipompakan ke sistem pernapasan SCP-169, membuat makhluk tersebut perlahan rileks dan kembali tertidur tenang.
Kisah animasi ini pun ditutup dengan suasana lega dari seluruh kru yang berhasil menyelesaikan misi mereka dengan sukses. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube SCP Explained - Story & Animation